Gempa Cianjur Pernah Terjadi Tahun 1970-an, Ini Penyebab Menurut Pakar Gempa ITB

HINDARI GEMPA: Seorang ibu sambil mengendong anaknya yang masih bayi, tampak lari menghindari gempa di Cianjur, Senin 21 November 2022. (SANDIKA FADILAH/JABAREKPRES.COM)
HINDARI GEMPA: Seorang ibu sambil mengendong anaknya yang masih bayi, tampak lari menghindari gempa di Cianjur, Senin 21 November 2022. (SANDIKA FADILAH/JABAREKPRES.COM)
0 Komentar

”Ketika bencana telah terjadi, terdapat waktu (golden time) untuk evakuasi yang hanya berkisar rata-rata 30 menit setelah gempa bumi,” ungkapnya.

Menurut dia, hal yang dapat dilakukan setelah bencana terjadi adalah memberikan respons yang terbaik. Sehingga harus belajar dari Jepang dalam memanfaatkan golden time ini. Rumah sakit darurat, pengungsian sementara, air dan sanitasi yang baik, mulai dipersiapkan sekarang.

”Jika hanya fokus pada yang terluka, lantas mengesampingkan hal-hal vital yang harus dipersiapkan, maka orang yang selamat pun dapat menjadi korban selanjutnya,” tandasnya.

Baca Juga:KPU Jabar Minta Kabupaten/Kota Perhatikan Persyaratan Pembentukan Badan Ad HocTips dan Trik Nonton Youtube Dapat Duit dan Saldo Dana Gratis Hingga Ratusan Ribu

Dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB itu berharap tidak ada lagi korban jiwa dan semua pihak dapat sama-sama belajar untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di kemudian hari. (win)

0 Komentar