“Zaman dulu 3 ribu, cukup istimewa,” kenangnya
Dari servis televisi itu, ia bisa membangun rumah serta menghidupi keluarganya, kenangan tersebut dibagikan oleh Sony.
“Waktu itu, setelah layar hitam-putih, muncullah berwarna, sekitar tahun 1993-1994,”
“Satu kampung, hanya punya satu TV biasanya,” jelasnya
Di masa televisi layar berwarna, Sony dibanjiri banyak orderan perbaikan TV. ”saat itu mulailah masing-masing rumah mempunyai televisi, dan saat itu banjir orderan perbaikan,” jelasnya
Televisi sebagai hiburan yang sangat murah, kini harus meng-upgrade diri, mengikuti zaman yang kian canggih, digital. Informasi yang tiap pagi atau hadir di jeda-jeda iklan sinetron siang bahkan semalam full menyiarkan berita. Kini, mengikuti arus digital.
Baca Juga:Aktivis Minta Pemkab Cari Solusi PKL Pakansari, Jangan Hanya MembongkarCara Dapat STB Gratis dari Kemkominfo Lengkap Beserta Link Pendaftarannya
“Sebetulnya sebagai tukang perbaiki barang elektronik apalagi tukang servis TV gak ngaruh sama sekali, cuman harganya ituloh set top box gak semua kalangan bawah bisa membelinya,” kata Sony
”Saya kan tukang servis tv mati, bukan untuk memindahkan ke siaran digital, meski ada salah seorang klien mungkin dia pencinta barang lawas gitu meminta memodifikasi TV nya meski tabung tapi jadi siarannya digital,” jelas Sony sembari jarinya menunjuk barang kliennya.
Sony tidak tertinggal informasi, ia tahu betul Kominfo akan bagikan set top box untuk mempercepat proses migrasi ke siaran digital ke masyarakat bawah. Sony harap, hal itu bisa dibagikan secara merata dan tepat sasaran. “saya harap semoga tepat sasaran,” katanya
Ia kembali mengajari Toni set top box yang digenggamnya, set top box berwarna hitam itu akan menemani masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk beralih ke siaran digital.
