Kepala Desa Cilame Aas Mohamad Asor mengatakan, pendobrakan rumah berawal dari kecurigaan masyarakat setempat yang menduga adanya tindak penganiayaan terhadap seorang ART perempuan.
ART itu disekap di rumah milik majikanya dengan kondisi pintu dan gerbang rumah digembok, warga yang curiga akhirnya membobol pintu serta mengevakuasi korban.
“Saya apresiasi warga yang tidak main hakim sendiri. Saat pendobrakan, warga didampingi aparat dari Babinsa dan Babinkamtibmas,” jelasnya.
Baca Juga:Hadirkan Kepedulian untuk Pejuang Kanker, YKI Kota Bandung selenggarakan Breast Cancer AwarnessPoros Koalisi PKS, NasDem, Demokrat Kemungkinan Bakal Terbentuk di Jabar
Hampir setiap malam, korban terdengar menangis. Bahkan korban jika terlihat sering di hujankan dan dibiarkan di luar rumah saat malam hari.
“Dari beberapa kejadian yang terlihat itu akhirnya kecurigaan warga menguat,” ungkap Aas.
Dugaan adanya penyiksaan tersebut terlihat dari adanya bekas luka-luka di tubuh korban saat berhasil dievakuasi warga dari rumah penyekapan. Korban akhirnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis serta dilakukan visum. (ziz)
