Satu Anak Pengidap Gagal Ginjal Misterius di KBB Meninggal Dunia

Cegah Gagal Ginjal, P2P Dinkes Jabar Minta Masyarakat ke Faskes Sebelum Konsumsi Obat
Cegah Gagal Ginjal, P2P Dinkes Jabar Minta Masyarakat ke Faskes Sebelum Konsumsi Obat - Kholid/Jabarekpres
0 Komentar

BANDUNG BARAT – Satu anak di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang didiagnosa mengalami gagal ginjal akut misterius dilaporkan meninggal dunia pada 12 September 2022 lalu.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Bandung Barat Nurul Rasyihan membenarkan informasi tersebut.

Nurul menjelaskan, hal tersebut diketahui setelah Dinas kesehatan KBB menerima data laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Penyidik DJP Jabar Serahkan Tersangka Pidana Pencucian UangPolisi Buru Pelaku Penusukan Anak 12 Tahun di Cimahi, MUI Buka Suara

“Berdasarkan laporan dari Dinkes Pemprov Jabar ada satu kasus yang menimpa warga asal kecamatan Padalarang,” kata Nurul Rasyihan Jumat 21 November 2022.

Nurul juga menjelaskan, sebelumnya yang bersangkutan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS)

“Setelah kita melakukan penelusuran. Pasien tersebut dinyatakan meninggal tanggal 12 September 2022,” tuturnya.

Dengan adanya kasus tersebut, Dinkes Bandung Barat akan melakukan beberapa persiapan untuk menghadapi penyakit gagal ginjal misterius. Upaya yang akan dilakukan di antaranya adalah mengedukasi masyarakat tentang acute kidney injury (AKI) atau penyakit gagal ginjal pada anak

“Imbauan bagi masyarakat sesuai dengan edaran Kementerian untuk penggunaan sirup untuk anak, apa pun jenisnya sementara beralih dulu ke obat tablet atau minta resep obat puyer ke dokter. Jadi masyarakat jangan dulu beli obat-obatan bebas berbentuk sirup,” jelas Nurul.

Menanggapi kasus gagal ginjal yang dikait-kaitkan dengan obat sirup, salah seorang ibu asal Padalarang yang memiliki balita umur satu tahun, Titin Kartini, 26, untuk sementara waktu tidak memberi anaknya obat dalam bentuk apapun. Titin mengatakan, agar buah hati aman dan ibunda tenang, lebih baik memilih pengobatan tradisional terlebih dahulu.

“Untuk batuk pilek lebih pakai yangg tradisional kayak dibalurin minyak kelapa ditambah bawang merah iris,dan, banyakin minum,” jelasnya

Baca Juga:Puluhan Kades di Bogor Ikuti Sekolah Pemerintah Desa Tahun 2022Generasi Jabar Juara Siap Kirim Mister Teen dan Miss Teenager Indonesia 2022 Ke Tahap Nasional

Langkah tersebut dilakukan terkait imbauan pemerintah untuk menghentikan sementara konsumsi obat sirup bagi anak.

0 Komentar