Sambangi Lokasi Bencana, Esteh Indonesia Serahkan Donasi Rp100 Juta dan Puluhan Paket Sembako

JabarEkspres.com, BOGOR – Produk lokal asal Kota Bogor, Esteh Indonesia menyerahkan bantuan untuk warga korban bencana alam di wilayah Kota Bogor, yang diserahkan langsung oleh Co-Founder Chief Executive Officer PT Esteh Indonesia Makmur Haidhar Wurjanto dan diterima oleh Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Fahrudin di Teras Balai Kota Bogor pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Usai penyerahan santunan materil senilai Rp100 juta dan puluhan paket sembako, jajaran pimpinan dan karyawan Esteh Indonesia beserta Kepala Dinsos Kota Bogor Fahrudin meninjau lokasi longsor di Gang Kepatihan dan Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, pihaknya mengapareaiasi dan menerima donasi yang sangat berati dari produk asli Kota Bogor yang sudah memiliki 1.000 outlet di seluruh indonesia tersebut.

“Jadi wajar dan apresiasi sekali bahwa Esteh Indonesia menyumbangkan kepada warga yang membutuhkan yang sekarang dipusatkan di Gang Kepatihan,” paparnya kepada wartawan.

Bantuan tersebut, sambung dia, akan menjadi stok dari Dinsos yang akan di sebarkan ke masyarakat untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu ini sampai akhir tahun 2022.

“Ya, kami terima ada 80 paket bahan pokok yang diberikan oleh Esteh Indonesia. Selain itu ada juga bantuan lainnya yang akan di sebar dan diserahkan melalui Dinsos Kota Bogor,” ungkapnya.

Haidhar Wurjanto megaku, pihaknya akan terus memberikan manfaat terkhusus di Kota Bogor, Esteh Indonesia juga pernah membantu Pemkot Bogor dengan menyumbangkan kebutuhan pokok berupa beras saat pandemi Covid-19.

“Dan kejadian bencana kali ini, kami sangat prihatin dan kami akan selalu support untuk masyarakat Kota Bogor,” lirihnya.

Dirinya berharap kedepan produk minuman miliknya dapat semakin besar dan terus berkembang, sehingga berdampak dan bisa  membantu lebih banyak lagi bagi warga yang tidak mampu.

“Visi kami adalah untuk menciptakan pengusaha, modal bisnis kami adalah kemitraan, dimana kami ingin membangun outlet dengan outputnya ingin menghasilkan pengusaha. Dan pengusaha ini bisa menjadi kunci penting dalam pemangku kepentingan,” jelasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan