Akan tetapi saat sedang mengawasi, anak-anak malah keluar ke sudut kiri lapangan padahal hujan semakin deras turun. Dari situ sejumlah anak-anak mulai berenang setelah terlihat ketinggian air sudah mencapai sekitar 30 centimeter.
Tak hanya tinggal diam, tetapi Sri Yatini beserta wali kelas, guru piket, dan beberapa pramubakti lainnya sudah melarang anak-anak untuk berenang. Namun, tidak dihiraukan.
“Kami pantau nggak ada masalah, anak-anak berenang tapi sudah dilarang guru, karyawan, guru piket sudah larang keras,” ujar Sri.
Baca Juga:6 Cara Mendapatkan Gopay Gratis, Tinggal Klik Langsung CairCatat Nih, Nama dan Kesalahan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Penyebab 131 Aremania Tewas
“Begitu guru piket bilang anak-anak jangan berenang, saya tinggal ke ruang TU (tata usaha) karena saya menyelamatkan barang di TU. Itu air baru sedengkul (lutut),” sambungnya. (Disway)
