Survei SMRC: Penerimaan Publik pada Puan Maharani Rendah

JAKARTA – Posisi Puan Maharani dinilai oleh Lembaga Survei Saiful Mujani Resarch masih belum memiliki elektabilitas yang cukup untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres).

Dalam chaenel Youtube SMRC TV yang tayang pada Kamis, (15/9), Prof. Saiful Mujani mengatakan, sebetulnya secara personal Puan dikenal cukul luas oleh masyarakat Indonesia.

Pososisinya sebagai anggota DPR RI cukup lama, sehingga puan banyak memperoleh suara di daerah pemilihannya.

Namun, untuk menjadi Capres, nama Puan Maharani belum memiliki nilai kompetitif, pertanyaan adalah, apakah warga memiliki sikap positif atau tidak padanya, apakah warga suka atau tidak?

Untuk itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan SMRC, pada Februari sampai Maret 2021, ada 60 persen warga yang tahu Puan menyatakan suka padanya. Akan tetapi pada survei terakhir (Agustus 2022) mengalami penurunan menjadi 44 persen.

‘’Ini masalah, karena tingkat penerimaan publik pada Puan rendah dan cenderung semakin lemah,’’ kata Saiful.

Sementara  itu sebaliknya tingkat penerimaan pada Ganjar paling tinggi sebanyak 83 persen pada survei Agustus 2022. Angka ini sangat konsisten dengan tingkat elektabilitasnya yang juga tertinggi.

Selain itu untuk Capres lainnya seperti Anies Baswedan juga tinggi sebesar 74 persen. Dibanding Prabowo 71 persen.

Melihat kondisi ini, ada semacam gap penerimaan publik pada Puan terlalu jauh jika dibandingkan dengan tiga nama lain Ganjar, Prabowo, dan Anies.

Penjelasan dari penerimaan yang rendah pada Puan ini adalah bahwa masyarakat Indonesia lebih menyukai tokoh yang tidak berasal dari kalangan elit.

Orang Indonesia memiliki kecenderungan menyukai tokoh yang berjuang lebih independen atau tidak bergantung pada kebesaran nama orang lain.

Saiful melihat bahwa jika kecenderungan likeability negatif, maka akan sangat susah untuk membuka peluang karena semakin disosialisasikan, publik justru makin resisten.

Ini, menurut Saiful, harus menjadi perhatian sangat serius bagi PDIP jika mereka ingin mempertahankan memiliki presiden yang berasal dari kadernya kembali.

Untuk diketahui, survei MSRC dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan