Pemkot Bogor Wanti-wanti Agen Penyalur Sembako BPNT, Sekda: Tidak Boleh Curang

Editor: Reporter: Yudha Prananda

Fahrudin membeberkan, pihaknya mencatat ada 60 ribu warga Kota Bogor yang menerima BPNT, sedangkan jumlah e-warung serta agen penyalur sembako ada 135 yang tersebar di seluruh Kota Bogor.

Dia menyebut, dalam hal ini Dinsos Kota Bogor hanya sebagai Tim Koordinasi saja saat bantuan sosial tersebut sudah turun dari pemerintah pusat, baik melalui BNI 46 atau Kantor Pos.

Meski begitu, dia menegaskan, jika terdapat agen atau e-warung yang menyalahi aturan dan terbukti saat ditinjau ke lapangan, pihaknya akan menegur dan melakukan pembinaan khusus dengan harapan ada efek jera.

“Namun kalau masih terus terjadi kami bisa memberikan rekomendasi ke BNI 46 untuk membatalkan agen atau e-warung sebagai penyalur secara permanen,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah menambahkan, pada kondisi sekarang ini semua harus mempunyai rasa kepedulian, karena kenaikan BBM ini sangat berat. Ia menegaskan, meski ada kenaikan BBM, e-warung dan agen tidak boleh curang.

Dalam artian dengan menjual barang melebihi dari harga eceran tertinggi, tidak boleh mengurangi kualitas produk dan tentunya memenuhi syarat yang dianjurkan pemerintah. Yakni, produk lengkap gizi mulai dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

“Melalui e-warung turut menyukseskan program penurunan angka stunting, karena kalau belanjanya sesuai dengan komposisi dari pemerintah, tidak ada lagi anak terlahir stunting karena gizinya terpenuhi,” pungkasnya.*(YUD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *