5 Strategi Agar Tidak Baperan

5 Strategi Agar Tidak Baperan
5 Strategi Agar Tidak Baperan. (Ilustrasi: Study Breaks)
0 Komentar

Ketika ego mengambil alih pikiran kamu, maka jangan heran kalau kamu akan merasakan hari-hari yang berat dan melelahkan.

Ingat ini, ego menguras banyak energi.

Sialnya, kamu hanya akan membuang energi secara sia-sia jika kamu ingin menjadi orang yang benar.

Karena kamu tidak ingin salah, maka kamu kerap bertentangan dengan lingkungan di sekitar. Kamu menyalahkan mereka. Orang-orang lain-lah yang salah. Hanya kamu yang benar. Dengan kata lain, kamu menolak harmoni dan koneksi.

Jika demikian, bersiaplah menjalani hari dengan berat dan melelahkan.

Baca Juga:Potensi Buah di Food Estate Kalteng Mencapai Rp79,55 MiliarJanji I Made Wirawan dalam Laga Persib Lawan PSM

Percayalah, lebih baik dan akan lebih baik menganggap segala hal secara tidak serius. Perasaan adalah suatu hal yang berada dalam kontrolmu.

  1. Ingin benar, atau ingin bahagia?

Bacalah ini secara perlahan, apakah kamu ingin benar, atau ingin bahagia? Tanyakanlah itu pada dirimu sendiri.

Menjadi benar (being right) tidak akan selalu berarti menjadi bahagia (being happy). Ada dua pilihan, benar atau bahagia?

Dengan kata lain, tanyakanlah pertanyaan ini pada dirimu sendiri, apakah kamu ingin menjadi orang yang benar atau bahagia?

Hal ini akan merupakan kunci untuk membawa kamu pada dua strategi jitu yang akan ketahui mulai dari sekarang.

  1. Semuanya bukan tentangmu

Katakanlah, kamu sedang melakukan presentasi di depan kelas. Saat kamu sedang menjelaskan materi, kamu menemukan seseorang di dalam ruangan sedang bermain handphone selagi kamu berbicara.

Dalam keadaan seperti itu, orang-orang biasanya merasa bahwa dirinya tidak dihargai. Presentasimu tidak penting baginya dan oleh karena itu ia bermain handphone.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Bandung Kurang Memadai, Dewan Desak Pakai LEDKemensos Salurkan Program PKH Tahap I Senilai Rp1,199 Triliun di Jabar

Tunggu. Jangan dengarkan suara itu. Yang berbicara di dalam kepalamu itu adalah ego.

Tahan sebentar, sebab kamu harus kembali bertanya kepada dirimu sendiri? Kenapa kamu merasa tidak dihargai?

Bagaimana misalnya, jika orang yang sedang bermain handphone itu sedang mencatat presentasimu di handphone-nya?

Jadi, sebenarnya kamu tidak perlu bawa perasaan jika seseorang memaki-maki kamu di pom bensin sebab kamu tidak mengantre dalam mengisi bensin.

Itu bukanlah tentang kamu. Ini adalah tetang mereka.

Maksudnya, kau tak akan tersakiti jika kamu bisa melihat apa yang mereka niatkan. Jadi, kamu tidak akan baper jika pengendara motor di belakang kamu itu terus membunyikan klakson sambil ngomel-ngomel karena kamu menghalanginya.

0 Komentar