Eks Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Ajukan Kewarganegaraan AS

Editor:

Laporan media menyebutkan, Gotabaya kemungkinan akan membatalkan rencana awalnya untuk tinggal di Thailand sampai November. Dia diperkirakan akan kembali ke Singapura pada minggu terakhir Agustus.

Dua hari yang lalu, Gotabaya sempat berkonsultasi dengan pengacaranya dan memutuskan untuk kembali ke Sri Lanka karena dia menghadapi masalah saat bermobilitas di Thailand. Dia menghadapi masalah keamanan seperti yang diperkirakan semula.

Pejabat polisi di Thailand telah menyarankan Gotabaya untuk tinggal di dalam rumah selama tinggal di negara itu di tengah masalah keamanan. Pemerintah Thailand juga telah meminta Gotabaya untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik selama berada di negara itu.

Keuangan Sri Lanka lumpuh oleh utang yang menumpuk karena fokus pembangunan besar-besaran pasca-perang saudara yang berakhir di 2009. Rejim Gotabaya Rajapaksa mengucurkan banyak investasi pada jalan dan pelabuhan.

Selain itu, pemotongan pajak yang diberlakukan oleh Presiden Gotabaya Rajapaksa juga membuat ekonomi terpuruk. Utang luar negeri Sri Lanka meroket hingga US$ 51 miliar atau sekitar Rp757 triliun, termasuk kepada China sebesar US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp97,7 triliun.

Sri Lanka tidak bisa membayar utang dan tidak memiliki uang untuk mengimpor barang-barang pokok. Mereka hampir tidak memiliki sisa dolar untuk mengimpor bahan bakar, yang telah dijatah secara ketat.

Masyarakat Sri Lanka menyalahkan Gotabaya dan klan Rajapaksa atas runtuhnya ekonomi yang bergantung pada pariwisata. Krisis ekonomi di Sri Lanka kian parah sejak dihantam pandemi COVID-19. (bbs)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *