Kamarudin menambahkan, temuan tim dokter itu memperkuat anggapan dirinya bahwa Brigadir J ditembak dari arah arah belakang di bagian kepala.
Selain itu, dia pun menyebut temuan autopsi ulang menandakan Brigadir J tewas bukan dalam baku tembak.
“Sebab, kegiatan tersebut biasanya terjadi apabila dua orang dalam posisi berhadapan,” pungkasnya.
Baca Juga:HUT ke-49, KNPI Mengutuk Keras Oknum yang Mementingkan Masalah PribadinyaPolisi Akan Hapus STNK yang Nunggak Pajak Selama Dua Tahun, Korlantas Polri: Biar Masyarakat Taat Bayar Pajak
Dapat diketahui, otopsi jenazah Brigadir J telah selesai dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu 27 Juli 2022.
Ketua tim dokter forensik, Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan, hasil otopsi ulang jenazah Brigadir J akan keluar 4-8 pekan.
Ade mengatakan, hasil otopsi lama keluar karena ada bagian luka yang butuh pemeriksaan mikroskopis.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah luka terjadi setelah atau sebelum kematian.
Selain itu, pemeriksaan mikroskopis juga dapat mengetahui jenis kekerasan dan efek yang ditimbulkan akibat kekerasan.
“Kita temukan banyak luka. Namun belum bisa disampaikan luka itu terjadi setelah atau sebelum kematian. Bahkan penyebab luka juga belum bisa diketahui,” kata Firmansyah.
Artikel ini telah tayang di radarcirebon.disway.id dengan judul, “Hasil Otopsi Ulang Brigadir J, Peluru Tembus dari Belakang Kepala ke Depan”
