Kuasa Hukum Warga Jalan Laswi: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Editor:

BANDUNG – Kuasa Hukum Warga Jalan Laswi, Arif Firmansyah mengungkapkan, pengosongan rumah yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, bisa dikatakan sebagai kejahatan kemanusiaan.

Eksekusi tersebut terjadi pada Rabu (20/7) kemarin, tujuh rumah itu diantaranya bernomor 24, 28, 30, 32, 34, 36, 38, wilayah RT03/RW 04, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

PT KAI berdalih tengah melakukan penertiban untuk mengamankan aset. Padahal, kata Arif, berdasarkan pertemuan yang sempat dilakukan pihaknya dengan kewilayahan kecamatan, polres, dan kesbangpol.

Diketahui bahwa tidak boleh ada eksekusi tanpa putusan pengadilan. “Namun kita lihat sendiri. PT KAI itu menggeruduk, mengeluarkan, seluruh barang warga dengan tanpa alas hak apapun,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres, Kamis (21/7).

Dia menuturkan, sekalipun berdalih atas dasar hak pakai. Namun dalih itu tidak memiliki kekuatan eksekutorial. Kepemilikan hak ini, lanjutnya, tidak serta merta, membolehkan eksekusi pengosongan tanpa putusan pengadilan.

“Karena memang putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan eksekutorial,” tuturnya.

Polisi pun, kata Arif, kalau tidak ada putusan pengadilan, berarti tak memiliki hak untuk eksekusi. Dia mengharapkan, semoga aksi penertiban semena-mena abai hukum, semacam ini tidak menjadi pola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.