Waktu pun berjalan, TBM mulai diresmikan empat tahun selanjutnya. Sah, TBM Saung Diajar Kreatif 09. “Kalau masalah optimistis soal literasi. Iya (optimis), soalnya sampai sekarang kami masih bertahan. Tetap bisa menebarkan literasi.”
“Terus tinggal bagaimana caranya supaya anak-anak masih mau membaca di buku. Karena kalau di internet, kan, sumbernya masih belum tentu benar,” ujarnya.
Kini TBM yang didirikannya sudah besar. Bahkan saking melimpahnya buku. Beberapa eksemplar sampai dijual, menyentuh hampir kwintalan.
Baca Juga:Petani Merugi Akibat Cuaca Ekstrim, Pemkab Bandung Siapkan Rp26 Miliar untuk Stimulan PupukCamat Cileunyi Sebut Pemkab Bandung Turut Andil Pembenahan Ikon Perbatasan
“Karena kami juga kolaborasi dengan influencer, sama kafe, warung-warung mau pojok baca, dan yang terbaru sama Kang Mawang. Kolaborasi dengan studio musiknya,” pungkasnya.*** (zar)
