Dewan Soroti Meningkatnya Kasus DBD di Jabar: Sosialisasi Pencegahan Kurang Masif

BANDUNG – Meningkatkannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di provinsi Jawa Barat, mendapat sorotan tajam dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Dewan Menilai upaya sosialisasi yang dilakukan untuk pencegahan penularan DBD masih kurang masif.

Dari data Dinas Kesehatan Jabar, hingga tanggal 8 Juli 2022 kemarin, kasus DBD di wilayah Jawa Barat telah mencapai hingga 21.280 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 179 jiwa.

Menanggapi adanya kasus tersebut, Anggota DPRD Jabar dari Komisi 5, Abdul Hadi Wijaya mengatakan bahwa masih ada yang kurang dalam melakukan sosialisasi pencegahan khususnya DBD khususnya di Jawa Barat.

Sebab, sosialisasi pencegahan DBD yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) hanya dilakukan Dinkes saja.

“Kami sangat merekomendasikan sekali tolong dilakukan sosialisasi (pencegahan DBD), dan jangan hanya jajaran Dinkes saja yang melakukan sosialisasi, tapi disemua insitusi pemerintahan seperti bagian di Diskominfo, kehumasan (untuk melakukan sosialisasi),” ucapnya saat dihubungi, Sabtu (16/7).

Seperti pada halnya Diskominfo dan kehumasan, Hadi mengatakan bahwa mereka miliki kemampuan dan jalurnya masing-masing dalam melakukan sosialisasi pencegahan DBD kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.