Ternyata di Ponpes Ayah Mas Bechi Ada Doktrin Cinta Negara

Komnas HAM Buka Suara Soal Kasus Mas Bechi, Begini Katanya
MSAT alias Mas Bechi, tersangka pencabulan santriwati saat digelandang petugas di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini kasus tersbeut akan segera memasuki agenda sidang. (Foto: ANTARA/Marul)
0 Komentar

Semula aliran Shiddiqiyyah ini tidak diakui sebagai tarekat yang standar. Namun, dalam Kongres JATMI tahun 2009, Shiddiqiyyah diakui sebagai salah satu dari 40 tarekat yang mu’tabaroh (standar).

JATMI adalah singkatan dari Jamiyah Ahli Tarekat Mu’tabaroh Indonesia. Organisasi tarekat.

Salah satu syarat untuk diakui mu’tabaroh adalah: sanadnya jelas, tidak terputus, nyambung sampai Nabi Muhammad.

Baca Juga:DKPP Jabar Sebut Minat Masyarakat Menyembelih Hewan Kurban di RPH MenurunKomnas HAM Buka Suara Soal Kasus Mas Bechi, Begini Katanya

Dahlan pun mencari tahu lewat jalur mana Shiddiqiyyah ini untuk sampai ke Nabi Muhammad. Namun, tidak ketemu.

“Konon lewat Syekh Jamali Banten. Mungkin ada pembaca Disway yang tahu di sebelah mana Syekh Jamali di tanah Banten,” ucapnya.

Menurut Dahlan, dia hanya menemukan satu naskah panjang, yakni, skripsi mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya, jurusan sejarah Islam. Nama mahasiswi itu Nia Susanti. NIM: A0.22.12.013.

Di situ Nia menyebutkan Shiddiqiyyah nyambung sampai Muhammad lewat khalifah pertama Abubakar Siddiq. Bahkan, nama Ponpes Shiddiqiyyah diambil dari gelar yang diberikan Nabi kepada Abubakar: As-Shiddiq. Tepercaya.

Nia dalam naskah itu menjelaskan nama jamaah Kautsar diambil dari salah satu nama surah dalam Al-Qur’an: Al Kautsar. Namun, juga mengandung kepanjangan Khairun Katsirun. Kebaikan yang banyak.

“Kegiatan menebar banyak kebaikan itu disebut Kautsaran. Seperti juga tahlil menjadi tahlilan dan maulud menjadi mauludan,” begitu dijelaskan Dahlan dalam tulisannya. (disway/jpnn-red)

0 Komentar