Lagu Terkutuk Gloomy Sunday yang Sebabkan 100 Orang Bunuh Diri

Kemudian pada 13 Januari 1968 lalu, ia melompat keluar jendela dalam upaya bunuh diri, namun tetap selamat. Kemudian ketika di rumah sakit, ia mencekik diri sendiri dengan kawat dan berhasil mengahiri hidup.

Walau kematiannya datanglebih dari 30 tahun setelah menulis lagu, hal itu menambahkan sedikit bumbu mistis pada lagu yang sudah kontroversial.

Secara ilmiah, para peneliti menyebutkan, ketika rumor kematian seputar ‘musik bunuh diri’ ini menyebar, maka dapat mempengaruhi psikologi orang. Meski tak dapat di pastikan terjadi pada semua orang.

“Gloomy Sunday” awalnya berjudul “The World is Ending.” Versi Seress dari lagu tersebut adalah tentang kengerian perang, kematian, dan kehidupan tanpa cinta. Seress, seorang pria Yahudi, di perbudak oleh Nazi di kamp konsentrasi selama Perang Dunia II.

Setelah lagu tersebut tersedia dalam bahasa Inggris, lebih banyak kasus bunuh diri dilaporkan hingga 100 kematian yang diduga terkait dengan lagu tersebut. Lagu itu dilarang di BBC karena takut orang-orang mendengarkan “Gloomy Sunday” dan merasa ingin bunuh diri.

Dikatakan bahwa lagu itu juga dilarang di Hongaria. Meskipun tidak pernah secara resmi dilarang di Amerika Serikat, banyak outlet tetap menolak untuk memutar lagu tersebut karena reputasinya.

Meskipun demikian, orang-orang masih mendengarkan lagu itu, dan outlet berita terus menulis tentang kematian yang berkaitan dengannya. Pada tahun 1936, The New York Times memposting artikel tentang seorang anak berusia 13 tahun yang bunuh diri; lirik lagu itu ditemukan di sakunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.