Ragu FPI Palsu Dukung Anies Baswedan Dibayar, Guntur Romli Berikan Analisisnya

“Ada gerakan intelijen yang sangat berbahaya menggerakkan massa tidak dikenal dengan menggunakan nama dan bendera bertuliskan FPI serta pakaian serba putih, untuk melakukan deklarasi capres tertentu pada pemilu 2024 di Bundaran Patung Kuda,” tuturnya.

Menurut Aziz, beberapa hari sebelumnya lewat media sosial telah tersebar undangan aksi tersebut dengan kop surat FPI yang dipalsukan tanpa dibubuhkan tanda tangan maupun stempel dengan mengatasnamakan M Fahril sebagai Koordinator Aksi.

Aziz Yanuar memastikan pihaknya sejak berdiri hingga saat ini tidak pernah terlibat dalam aksi dukung mendukung capres manapun.

“DPP FPI pun hingga saat ini belum menentukan sikap apapun terkait Capres 2024,” ujar Aziz.

Aziz menegaskan pihaknya dari tingkat pusat sampai ranting tidak pernah mengundang, menggerakan, dan melakukan aksi dengan tema apapun pada hari ini.

“Sehingga, bila ada yang melakukan aksi mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam maka dapat dipastikan adalah aksi fiktif dan palsu,” ujar Aziz.

Aziz mengatakan perihal sampai detik ini belum ada pernyataan dukungan resmi dari DPP Front Persaudaraan Islam kepada pihak manapun dalam Pemilu 2024.

“Front Persaudaraan Islam melihat adanya operasi intelijen hitam dengan metode false flag yang didesain untuk memainkan kembali narasi Islamofobia dengan mendiskreditkan elemen umat Islam,” ujar Aziz.

Aziz pun meminta aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam aksi fiktif dan palsu tersebut.

“Serta menyerukan kepada setiap elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi fiktif dan palsu tersebut,” pungkas Aziz Yanuar.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan