oleh

Airlangga Hartarto: Keran Ekspor CPO Kembali Dibuka, Tapi Akan Diawasi Ketat

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah pusat akhirnya mengiizinkan kembali ekspor crude palm oil (CPO)

Kendati begitu, keran ekspor CPO akan dilakukan pengawasan secara ketat. Agar kebijakan ini tidak disalah gunakan dengan melakukan ekspor secara illegal.

Menurut Menko Airlangga Hartarto, pengawasan akan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Bea Cukai, Satgas Pangan Polri, Kementerian Kejagung dan Pemerintahan Daerah (Pemda).

Baca Juga:  Konstelasi Politik Dipredisi Ketat, KIB Layak Diperhitungkan

‘’Jadi jika kebijakan ini disalah gunakan pemerintah akan menindak tegas siapapun pelakunya,’’kata Airlangga Hartarto kepada wartawan dalam keterangannya, Jumat, (20/5).

Ketua Partai Golkar ini memastikan, kebijakan pembukaan ekspor CPO ini nantinya akan diberengi ketersediaan bahan baku minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri.

Untuk itu, Pemerintah akan menerapkan aturan domestic market obligation (DMO) dan domestic prize obligation pada minyak goreng nasional.

Baca Juga:  Airlangga Minta Pengurus Parpol KIB Samakan Visi, Guna Dorong Masyarakat Bersatu untuk Indonesia Maju

‘’Jadi untuk kebijakan ini akan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan,’’cetus Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga memastikan dicabutnya larangan ekspor CPO ini, sudah disertai dengan pertimbangan matang. Termasuk memastikan ketersediaan minyak goreng di masyarakat.

Pemerintah juga melihat perkembangan harga dan pasokan minyak goreng di masyarakat yang sudah kembali tersedia dengan harga yang relative aman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.