Cegah Penyakit PMK Hewan Ternak, Pemkot Bandung Awasi Suplai di Daerah

PMK Tak Menular ke Manusia, Dagingnya Masih Bisa Dikonsumsi Asal...
Ilustrasi Petugas tengah menyembelih sapi untuk korban. (Foto: Diskominfo Kota Bandung)
0 Komentar

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah sigap dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Mengingat Juli nanti, masyarakat Indonesia sudah merayakan Hari Raya Iduladha 2022. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya akan lebih memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terkena PMK.

Masyarakat pun diminta melaporkan kepada instansi terkait jika menemukan hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

Baca Juga:20 Persen Gulung Tikar, Pedagang Buku Palasari Menanti Para PelajarBuat Kamu Siswa SMA Multitalenta, Buruan Daftar AHM Best Student yang Bergengsi

“Kami meminta teman-teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengawasi jalur masuk suplai dari daerah-daerah yang memang terkena penyalit mulut dan kuku. Meski pun secara teori, tidak menular ke manusia,” kata Yana pada keterangan resminya, Jumat (13/5).

Yana mengimbau kepada aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengawasi jalur masuk hewan ternak. Ia pun meminta masyarakat supaya tak mengonsumsi hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

Meski demikian, jika hewan ternal yang terjangkit penyakit kuku dan mulut dimakan dikhawatirkan berpengaruh negatif.

Ia menambahkan, masyarakat agar segera melapor apabila ditemukan hewan ternak yang terjangkit pernyakit itu.

“Intinya mari kita awasi penyebarannya supaya tidak masuk sampai ke Bandung. Kita harus hati-hati lebih ketat,” ucapnya. (JPNN-red)

BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah sigap dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Mengingat Juli nanti, masyarakat Indonesia sudah merayakan Hari Raya Iduladha 2022. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya akan lebih memperketat jalur masuk hewan ternak dari wilayah yang terkena PMK.

Baca Juga:Pelaksanaan PTM 100 Persen di Kota Bandung Dinilai LancarBejat, Bapak di Luwu Perkosa Tiga Anak Gadisnya yang Masih di Bawah Umur

Masyarakat pun diminta melaporkan kepada instansi terkait jika menemukan hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

“Kami meminta teman-teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengawasi jalur masuk suplai dari daerah-daerah yang memang terkena penyalit mulut dan kuku. Meski pun secara teori, tidak menular ke manusia,” kata Yana pada keterangan resminya, Jumat (13/5).

Yana mengimbau kepada aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengawasi jalur masuk hewan ternak. Ia pun meminta masyarakat supaya tak mengonsumsi hewan ternak yang terkena penyakit tersebut.

Meski demikian, jika hewan ternal yang terjangkit penyakit kuku dan mulut dimakan dikhawatirkan berpengaruh negatif.

0 Komentar