Banjir Bandang di Desa Rancaekek Kulon Jadi Sorotan, Anggota DPRD Bandung Akui Prihatin

Kondisi SDN 07 Rancaekek pasca diterjang banjir bandang. (Jabar Ekspres)
Kondisi SDN 07 Rancaekek pasca diterjang banjir bandang. (Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dia mengaku, sangat prihatin ketika mengetahui bahwa para korban banjir banyak yang tidak sahur karena kompor gas dan tungku terendam air.

“Terjangan banjir kali ini sangat memprihatinkan dimana bertepatan dengan HUT ke-381 Kabupaten Bandung. Bahkan, SDN 07 Rancaekek di Desa Rancaekek Kulon pun kembali diterjang,” papar Cecep.

Dia menerangkan, benteng di SDN 07 Rancaekek yang baru dibangun kini kembali jebol, termasuk penataan halaman sekolah ikut hancur dan bangunan yang telah dicat pun rusak.

Baca Juga:5 Film Komedi Thailand yang Cocok untuk Menemani SahurPeneliti Jepang Kembangkan Sumpit Elektrik, Bisa Menambahkan Rasa Asin

“Terpaksa proses kegiatan belajat mengajar (KBM) di SDN 07 Rancaekek tersebut secara tatap muka dihentikan,” tuturnya.

Sementara itu Mae, 60, warga Kampung Bobodolan mengaku banjir kali ini terjangan dampak luapan Sungai Cikeruh terbesar.

“Bayangkan, ratusan rumah 2 hari 2 malam terendam air dengan ketinggian air antara 50, 75 cm hingga 1 meter akibat tanggul Sungai Cikeruh jebol,” ujar Mae.

Walaupun tidak memakan korban jiwa, Mae menyampaikan, seluruh peralatan rumah tangga milik warga banyak yang terendam banjir bandang.

“Kapan ya pak warga Kampung Bobodolan terlepas dari terjangan banjir,” tutup Mae di sela-sela membersihkan lumpur pasca banjir. (mg5)

0 Komentar