oleh

Disparbud Kabupaten Bandung Gelar Even Merajut Cahaya Berbagi Kebahagiaan

SOREANG – Untuk mendongkrak perekonomian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar event guna pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Bandung, setelah sebelumnya para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun.

Event tersebut bertemakan, Merajut Cahaya Berbagi kebahagiaan, yang di Gedung Budaya Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (14/4) sore.

Selain untuk mengembangkan UMKM, event tersebut digelar untuk menyambut Hari Jadi ke-381 Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebug dihadiri para pelaku ekonomi kreatif, 250 anak yatim dari beberapa kecamatan. Selain itu, puluhan pelajar SMA juga turut menyemarakkan pentas seni drama musikal.

Dalam kegiatan tersebut tampak dihadiri, Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Emma Dety Supriatna, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung H. Marlan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung H. Wawan A Ridwan dan pihak lainnya hadir dalam kegiatan tersebut.

Dadang mengatakan, kegiatan yang digagas Disparbud ini berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif yang berasal dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Dadang juga mengaku, binaan UMKM Kabupaten Bandung sebanyak 15.000, sehingga para pelaku UMKM tersebut harus kembali bangkit pasca Pandemi Covid-19.

“Pasca pandemi, UMKM harus bangit guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung dengan cara berbagai kreasi,” ungkap Dadang yang kerap dupanggil Kang DS.

Sehingga, kata Kang DS, akan nampak terus pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Bandung. Dan terbukti kemarin, kata Kang DS, nilai investasi triwulan pertama mencapai Rp6 triliun.

“Ini luar biasa. Sudah mulai kelihatan tampak gerak pertumbuhan ekonomi dan nantinya akan berpengaruh pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sehingg, PDRB meningkat otomatis berdampak pada laju pertumbuhan Kabupaten Bandung,” kata Kang DS.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melaunching dan menciptakan 2700 marketing di Kabupaten Bandung melalui sistem digitalisasi.

“Saya juga akan launching 2700 marketing, di Kabupaten Bandung secara digitalisasi. Pelatihan tersebut akan dimulI pada tanggal 18, setiap desa terdapat 10 orang marketing,” ujarnya.

Kang DS juga menyatakan, khusus jadi marketing menjual prodak-prodak yang ada di wilayah desa masing-masing, nantinya ada rumah komoditi dan terkoneksi dengan Kabupaten Bandung EKRAF.

“Kalau ini sudah berjalan, saya yakin kalau satu orangnya bisa mendapat omset Rp 10 juta, dikali 2700 hampir sampai 27 milyar perbulan,” katanya.

Kang DS berharap melalui ragam budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Bandung dapat membangkitkan gairah ekonomi dari para pelaku ekonomi kreatif.

“Untuk itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakan kegiatan ini. Melalui ekonomi kreatif, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Apalagi sebelumnya, dampak pandemi telah berpengaruh ke sektor ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkan Bandung terus melakukan berbagai upaya dan terobosan dalam membangkitkan ekonomi kreatif maupun sektor pariwisata.

“Salah satunya akan dilaunching Tol Soreang-Ciwidey- Pangalengan. Apabila ada pembangunan tol di kawasan Bandung Selatan, saya optimis akan membangkitkan pariwisata, pelaku UMKM, hotel dan restoran,” tegasnya.

Dia juga menilai Kabupaten Bandung memiliki peluang karena sumber daya alamnya yang sangat luar biasa.

“Ekraf di Kab. Bandung akan bangkit dan sukses dengan memiliki pemikiran dan inovasi yang luar biasa. Jika ingin sukses harus memiliki keberanian, kejujuran dan tanggungjawab,” paparnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan menuturkan, Dmdalam kegiatan yang bertema, merajut cahaya berbagi kebahagiaan, melibatkan 15 mitra, dari mulai pelaku usaha wisata, kemudian perbankan.

“Termasuk mungkin keikutsertaan 250 anak yatim, yang kita coba diberikan kegiatan pengenalan pariwisata yang ada du Kabupaten Bandung, selain itu, juga diberikan mungkin santunan,” kata Wawan.

Wawan pun menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka rangkaian Hari jadi Kabupaten Bandung yang ke 381, kemudian masuk pandemi Covid-19 yang levelnya sudah lebih baik, yakni level 2.

“Maka kita mencoba mendapat peluang, dan sekaligus mempromosikan ke masyarakat, agar optimal dalam pemberdayaan ekonomi kreatif dan ekonomi pariwisata,” jelas Wawan.

Menurut Wawan, saat ini Pemkab Bandung sudah melaksanakan program vaksinasi, kemudian keikutsertaan masyarakat untuk di vaksinnya tinggi.

“Kita akan mencoba menjadi hidup kembali, untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (yul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga