JABAREKSPRES. COM – Jagad dunia maya dihebohkan dengan video seorang wanita yang tabrakkan sepeda motornya ke ruang SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Mapolres Pematang Siantar pada Senin (21/3)
Wanita bernama Fitri Arni Matondang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan untuk diketahui motifnya melakukan perbuatan nekad tersebut.
Ibu pelaku Murniati Sinulingga yang baru mengetahui kalo wanita yang tabrakkan motornya ke kantor polisi adalah anaknya segera mendatangi Mapolres Pematang Siantar sambil menangis histeris.
Baca Juga:Mitos Dan Fakta, Konsumsi Air Putih Hangat Efektif Bakar Kalori dan Lemak Juga Redakan Flu, Benarkah?Rekomendasi Tempat Wisata Indoor di Bandung, Buat Liburan Tetap Asik
Dengan sesenggukan sang ibu meminta maaf kepada semua pihak atas tindakan yang dilakukan oleh putrinya.
“Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia atas tindakan anak saya. Kami juga adalah dari keluarga polisi. Sekali lagi maafkan anak saya,” ucap Murniati Sinulingga dalam rekaman vIdeo.
Saat diperiksa Polisi, Murniati mengungkapkan kisah hidup wanita yang tabrakkan motornya ini, mulai dari masa sekolahnya hingga kehidupan pernikahannya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku yang berusia 23 tahun itu sudah dua kali menikah. Kini statusnya janda.
Penyidik Polres Pematang Siantar yang melakukan penyelidikan menemukan bahwa pelaku diduga cukup fanatik dalam beragama.
Dia sudah tiga kali melaksanakan ibadah umrah. Rencananya, pada Agustus mendatang, pelaku akan berangkat lagi.
Informasi tersebut diperoleh polisi dari orang tua pelaku, yaitu Murniati Sinulingga.
Baca Juga:Sungai Meluap, 10 rumah hanyut Terbawa banjirJelang Ramadhan, Kapolri Minta Satkerwil waspadai kenaikan harga pangan
Berdasarkan keterangan Murniati, sang anak saat duduk di bangku SMA pernah bermasalah.
Awalnya pelaku sekolah di SMA Sultan Agung. Namun, pindah ke SMA Kartika. Penyebabnya, pelaku menghina patung Dewa Agama Buddha.
Ketika kelas 1 SMA pada tahun 2009, pelaku pernah mengalami kecelakaan.
Murniati melihat ada tingkah yang tidak wajar pada putrinya saat duduk di kelas 3 SMA.
“Usai tamat SMA, pada 2014, dia masuk UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) mengambil jurusan Fakultas Kedokteran. Namun bertahan hanya satu semester karena dirinya tidak mampu mengikuti mata kuliah,” ujar Murniati Sinulingga.
Setelah keluar, selama satu tahun pelaku berjualan tas secara online. Pada tahun 2015, pelaku kembali masuk ke UISU. Kali ini mengambil jurusan Agama Islam.
Dia berhasil menyelesaikan studinya dan tamat pada 2019 dengan gelar Sp.dI (Sarja Pendidikan Agama Islam).
