Airlangga Hartarto Inginkan Semangat Pemulihan Ekonomi Menyebar Dikalangan Akadenmisi

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan, sejauh ini proyeksi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi berjalan sudah sesuai harapan.

Menurut Airlangga Hartarto, pada awal 2022 prospek perekonomian Indonesia telah menunjukan prospek peningkatan.

Hal ini dapat dilihat pada indeks keyakinan konsumen (IKK) yang ditunjukan dengan meningkatnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat,’’ kata Menko Airlangga Hartarto

Pemerintah telah menargetkan ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 5,2% YoY pada 2022 ini.

Sedangkan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah akan tetap melanjutkan pada tahun ini.

Menurut Airlangga Hartarto, untuk program pemulihan ekonomi nasional pemerintah sudah mengarahkan dengan memberikan berbagai bantuan untuk masyarakat.

‘’Pemerintah telah memberikan melalui penciptaan lapangan kerja dan perlindungan sosial,’’ujarnya.

Untuk meningkatkan UMKM dan Koperasi melalui insentif usaha dan dukungan pembiayaan.

Menko Airlangga menyebutkan, untuk alokasi anggaran Program PEN tahun ini sebesar Rp455,62 T.

Harapannya, dengan adanya Kebijakan ini dapat mendorong keberlanjutan pemulihan ekonomi di Triwulan I-2022.

Berabagai program pemulihan ekonomi nasional yang sedang dilakukan pemerinta di antaranya,Insentif Fiskal PPN DTP Perumahan, PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Roda 4, Perluasan Program BT-PKLWN dan Subsidi Bunga KUR sebesar 3 persen.

‘’Dukungan insentif lainnya juga akan segera dikeluarkan sebagai bagian dari Program PEN untuk menstimulus aktivitas ekonomi 2022,’’kata dia.

Berbagai kebijakan dan program ini diharapkan dapat dietahui oleh semua lapisan masyarakat agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Termasuk di kalangan akademisi.

‘’Momentum pemulihan ekonomi ini perlu untuk kita jaga dan tingkatkan bersama sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat,’’ kata Ketua Partai Golkar ini.

Menko Airlangga  menekankan kepada kalangan akademisi untuk terus meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dia menilai, keberadaan Generasi muda memiliki peran penting sebagai Game Changer sehingga dapat mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya,Hingga tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang.

Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030 atau setara dengan 16%.

‘’Ini adalah besar bagi ekonomi Indonesia apabila dapat dimanfaatkan dengan baik,’’ujarnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan