Bupati Tangerang Hentikan Operasional PT SLI Karena Pencemaran Limbah

Warga kampung Sentul, Kecamatan Balaraja melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan Balaraja untuk menuntut penutupan operasi pabrik pencemar limbah B3. (Azmi Samsul Maarif)
Warga kampung Sentul, Kecamatan Balaraja melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan Balaraja untuk menuntut penutupan operasi pabrik pencemar limbah B3. (Azmi Samsul Maarif)
0 Komentar

Ia menyebutkan, perintah Bupati sudah jelas bahwa PT SLI dilarang untuk beroperasi karena telah mencemari lingkungan sekitar. Bahkan, Bupati pun memberikan contoh gambar Silo yang mesti dibuat pihak perusahaan tersebut.

“Tapi kami melihat pabrik tidak sungguh-sungguh menjalankan perintah tersebut. Mestinya pabrik tidak hanya mempertimbangkan cari untung, tapi juga memastikan warga tidak terancam,” katanya.

Ia mengungkapkan, pada pemeriksaan bersama hasil perbaikan oleh PT SLI yang melibatkan pihak Kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang itu, pabrik masih belum diperbolehkan uji coba sebelum menjalankan dan memenuhi aturan yang ada.

Baca Juga:NATO Berikan Pernyataan Sikap Terkait Perang Rusia-UkrainaGanjil Genap  Minggu Kedua, Dishub Klaim Sukses Turunkan Mobilitas Kendaraan

Salah satu yang disorot adalah fasilitas silo dan cerobong. Begitu juga bahan baku yang masih menumpuk di depan jendela ruang produksi pabrik.

“Fakta ini meyakinkan warga bahwa surat teguran bupati yang menekankan PT SLI untuk membuat silo dan memperbaiki cerobong adalah langkah preventif yang progresif dan berkemanusiaan,” kata dia. (ant/rit)

 

0 Komentar