12 Jenis Nama Virus yang Mematikan di Dunia

Virus Covid-19 Varian Delta yang ditemukan di India jenis nama virus terus mengalami mutasi dan memiliki varian baru. keberadaan virus tidak lepas dari prilaku buruk hidup manusia.
Virus Covid-19 Varian Delta yang ditemukan di India jenis nama virus terus mengalami mutasi dan memiliki varian baru. keberadaan virus tidak lepas dari prilaku buruk hidup manusia.
0 Komentar

Sudah sejak lama keberadaan virus selalu mendampingi hidup manusia. Kendati begitu, Virus memberikan peran penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan kedokteran. Sebab, semakin berkembang suatu zaman, jenis nama virus terus mengalami mutasi dan memiliki varian baru.

Perlawan terhadap virus yang dilakukan diberbagai negara, seharusnya membuat manusia sadar, bahwa keberadaan virus tidak lepas dari prilaku buruk hidup manusia.

Dalam beberapa dekade terakhir, beberapa virus telah berpindah dari hewan ke manusia dan memicu wabah besar bagi peradaban umat manusia yang merenggut ribuan nyawa.

Virus Marburg

Baca Juga:Tjoet Nyak Dhien, “The Queen of Aceh Battle”Airlangga Hartarto: Pemerintah Berikan Stimulus untuk UMKM Rp96 Triliun

Virus Marburg pertamakali ditemukan para ilmuwan pada tahun 1967. Awalnya virus ini menular dari salah satu laboratorium di Jerman.

Dimana pekerja labolatorium terkena gigitan monyet berasal dari Uganda yang terinfeksi virus. Virus Marburg mirip dengan Ebola.

Bagi orang yang terinfeksi virus ini, akan mengalami demam tinggi dan pendarahan di seluruh tubuh dan mengalami syok, kemudian kegagalan fungsi organ sampai kematian.

Virus ini pada tahun 1998 sampai tahun 2000 mewabah di negara-negara Afrika seperti Konggo, kemudia

Tingkat kematian pada wabah pertama adalah 25%, tetapi lebih dari 80% pada wabah 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo, kemudian 2005 mewabah di Angola.

 Virus Ebola

Wabah Ebola pertamakali diketahui pada manusia di Republik Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976.

Dilansir dari livescience.com, Ebola menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya, atau jaringan dari orang atau hewan yang terinfeksi.

Baca Juga:Ridwan Kamil Sebut 3.475 Rutilahu di Kuningan Selesai DirenovasiAirlangga Hartarto Kumpulkan Kader Golkar untuk Panaskan Mesin Partai untuk sambut Pemilu 2024

Ahli virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Universitas Boston Strain virus Elke Muhlberger mengatakan, Strain virus diketahui bervariasi secara dramatis.

Satu strain Ebola Reston, bahkan tidak membuat orang sakit. Tetapi untuk varian Bundibugyo, tingkat kematian mencapai 50%, dan 71%  varian galur Sudan.

Wabah ini kemudian merebak di di Afrika Barat pada awal 2014, dan merupakan wabah penyakit terbesar dan paling kompleks hingga saat ini.

0 Komentar