Metropolitan Rebana Dinilai Kurang Sinkron dengan Aktivitas Ekonomi Lokal

West Java Economic Society (WJES) sekaligus Ketua Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (UNPAS), Prof. Dr. Horas Djuliusn, SE beberkan hasil penelitiannya mengenai Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana diruangannya, Rabu (19/1)
West Java Economic Society (WJES) sekaligus Ketua Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pasundan (UNPAS), Prof. Dr. Horas Djuliusn, SE beberkan hasil penelitiannya mengenai Pengembangan Kawasan Metropolitan Rebana diruangannya, Rabu (19/1)
0 Komentar

Terakhir, hasil penelitian keempat, sportis infrastruktur seperti jalan provinsi, kota/kabupaten, jembatan, pemukiman, irigasi, pasar dan seterusnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penelitiannya, sebagian pemerintah kota/kan belum uwer bahwa kalau mereka membangun infrastruktur yang tujuannya mensuport insfsuktur Rebana. Ia pun mempertanyakan, pembangunanya sportis infasuktur itu akan merugikan IKM atau tidak?

”Jalan tol getnya disana ini, tapi akibatnya pengunjung ke central IKM itu akan sepi atau tidak? Itu klasik dan itu dari penelitian itu tidak semua uwer. Orientasi pertumbuhan, tapi untuk pertumbuhan inklusif jangan kan menumbuhkan IKM yang ada,” tandasnya.(win)

0 Komentar