CICALENGKA – Warga Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung masih membutuhkan ketersediaan air bersih.
Pasalnya, selain kekurangan air bersih, warga Desa Panenjoan juga kerap dihantui kekeringan setiap memasuki musim kemarau.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Panenjoan, Asep Permana. Dia berujar, SAB (Sarana Air Bersih) di wilayahnya perlu ditingkatkan sebagai kebutuhan dasar warga.
Baca Juga:Baznas Jabar Sabet 4 Penghargaan dalam Ajang Baznas Award 2022, Satu untuk Ridwan KamilDedi Mulyadi Mengamuk kepada Sopir Truk, Ini Penyebabnya
Asep juga menyampaikan, sebagai pemimpin baru di Desa Panenjoan, dia bertekad untuk membuat SAB guna semua warganya dapat menikmati air secara merata dan layak.
“RW01, RW10 itu jadi titik yang paling membutuhkan SAB setiap musim kemarau karena sering kekeringan,” kata Asep kepada Jabar Ekspres, Senin (17/1).
Asep menerangkan, dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya itu, dia akan membuat SAB tak hanya satu melainkan di beberapa titik.
Pembuatan SAB yang dimaksud Asep, tak hanya melalui anggaran dana desa saja, melainkan mengajukan juga ke beberapa pihak instansi, lembaga hingga perusahaan.
“Bagaimana pun saya gak mau Desa Panenjoan terus-terusan harus kekeringan setiap musim kemarau,” ujarnya.
Asep menyebut, dia juga akan mengaktifkan kembali lahan-lahan yang kurang maksimal dalam berfungsi karena kurangnya pasokan air.
“Saya pengennya sarana air bersih selain buat warga juga bisa dibentuk irigasi. Tujuannya supaya bisa mengaktifkan dan meningkatkan lagi lahan pesawahan,” ucapnya.
Baca Juga:Bukan Cuma Australia, Novak Djokovic juga Terancam Ditolak PrancisSetara Menteri, Ibu Kota Baru Bakal Dipimpin Kepala Otorita
Asep menuturkan, untuk pembuatan SAB di wilayah Desa tersebut terutama di RW01 dan 10 akan dimatangkan secepatnya.
“Khusus dekat pesawahan, ingin dibangun (sumur) artesis. Supaya warga kebutuhan air terpenuhi, lahan juga teraliri air,” imbuhnya.
Diketahui, sumur artesis merupakan jenis yang dibangun di tengah komplek perumahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sumur artesis sendiri airnya bisa keluar secara mandiri dan tidak membutuhkan pompa karena memiliki cukup tekanan dari dalam tanah. (mg5/ran)
