Kepada Jawa Pos Radar Semarang, CL mengakui perbuatannya. Dia mencari joki vaksinasi lantaran pernah terpapar Covid-19 dan dinyatakan sembuh. Karena itulah, dia merasa tidak perlu divaksin. CL sengaja menyewa joki hanya untuk memenuhi syarat administrasi perjalanan ke luar kota. ”Saya juga memiliki riwayat penyakit mitral valve prolapse dan colitis sehingga saya berasumsi tidak perlu divaksin,” dalihnya.
CL juga mengaku sudah mendaftar vaksinasi lewat aplikasi Victori dan dijadwalkan mendapat vaksin Senin lalu. Namun, dia tidak berangkat ke lokasi vaksinasi dengan dalih pergi ke luar kota. CL kemudian mencari seseorang untuk menggantikannya divaksin dan menjanjikan memberi imbalan Rp 500 ribu. ”Saya tahunya dia seorang ibu rumah tangga yang butuh uang sehingga dia mau,” kilahnya.
Sementara itu, DS mengaku baru kali ini menjadi joki vaksinasi. Dia melakukan hal tersebut karena butuh uang. Namun, aksinya gagal dan dia belum menerima uang sepeser pun dari CL. ”Saya sebelumnya sudah divaksin dua kali, Oktober dan November 2021,” katanya. (jp/zar)
