NARJI menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya beberapa waktu lalu, yakni sempat dukung aksi pencopotan baliho sosok Habib Rizieq.
Komedian pemilik nama lengkap Sunarji Riski Radifan yang baru-baru ini menjadi kader dan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta kepada publik untuk mau memaafkan sikap tersebut.
Sikap politik yang sempat dirinya dukung sebelum resmi merapat ke partai berlogo bulan sabit kembar itu.
Baca Juga:KPAI Beri Catatan Jelang PTM 100 Persen, Begini PenjelasannyaKorupsi Asabri, Rugi Negara Tak Terbukti, Ini Dissenting Opinion Hakim
Dilansir dari Jawa Pos, kala itu, Narji bersama beberapa artis ibu kota sempat memberikan dukungan moril kepada Letjen Dudung Abdurachman yang masih mejabat Pangdam Jayakarta dalam menertibkan baliho eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada 2020 silam.
Narji mengaku sama sekali tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Apalagi menyinggung perasaan umat Islam.
“Saya berharap masyarakat mau memaafkan. Masak masyarakat tidak memaafkan saya. Istri saya saja memaafkan saya, yang punya tampang kayak gini,” ujar Narji kepada wartawan, Rabu (5/1).
Narji mengaku dirinya masih perlu banyak belajar tentang politik dan agama. Karena itu ia tidak segan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan PKS.
“Saya mau belajar banyak hal di PKS. Partai ini kan seperti pesantren, semua kadernya dididik dan dibina secara rutin. Dan saya menyatakan siap mengikuti kegiatan itu semua,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam bisa memaafkan pelawak yang ngetop melalui grup Cagur.
“Bang Narji ini kan komedian jadi masih kurang luwes memahami konstelasi politik. Sejak kecil dia tinggal di Tangerang Selatan dengan masyarakat yang relijius. Belajar ngaji di surau dan dekat dengan ustadz dan kyai,” ungkapnya.
Baca Juga:Bila Sakit Jangan Masuk PTM, KPAI Desak Sikap Tegas SekolahKasus Kolonel Priyanto Jadi Sorotan, Pengamat Dorong Cek Mental TNI
Karena itu, Mulyanto menuturkan PKS akan terus membimbing Narji agar bisa santun dalam berpolitik. Dia pun menyambut baik permintaan maaf Narji ini.
“Ke depan beliau akan banyak belajar politik yang santun dari PKS dan para ustadznya. Kita terharu dan bangga mendengarnya,” pungkasnya. (jp/zar)
