Realisasi Klaster Program Prioritas sebesar Rp87,47 triliun (74,2%)
Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp74,36 triliun (45,8%)
Realisasi Klaster Insentif Usaha sebesar Rp63,16 triliun (100,5%)
Realisasi Klaster Kesehatan yang sebesar Rp147,44 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 69,4% atau Rp3,13 triliun, Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) sebesar Rp16,43 triliun atau 86,8%, dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) sebesar 51,6% atau Rp29,95 triliun.
Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp161,17 triliun, antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 98,1% atau Rp27,76 triliun dari pagu Rp28,31 triliun.
Kartu Sembako sebesar 93,3% atau Rp46,54 triliun dari pagu Rp49,89 triliun.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebesar 69,8% atau Rp20,09 triliun dari pagu Rp28,80 triliun.
Baca Juga:Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana Segera Evaluasi Kinerja Sekda?Yana Mulyana: Janji Politik Bersama Almarhum Mang Oded Harus Segera Dipenuhi
Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 89,1% atau Rp7,84 triliun dari pagu Rp8,80 triliun.
Proyeksi Capaian Realisasi Program PEN sampai akhir tahun 2021 sebesar Rp673,2 triliun atau 90,3% dari pagu, dengan capaian tertinggi pada klaster insentif usaha (113,9%).
Sedangkan untuk skenario pertumbuhan ekonomi tahun depan, tergantung kepada efek dari Omicron atau varian Covid-19.
Kalau semua terkendali, kami harapkan pertumbuhan ekonomi mampu mencapai seperti yang ditargetkan dalam APBN sebesar 5,2% di 2022.
Pemerintah juga menyiapkan dan melanjutkan Program PEN di 2022 yang masih tersedia alokasi sebesar 10% dari sisa anggaran Program PEN. (red)
