Hal tersebut sebagai bentuk dukungan bulan menanam nasional, yang diadakan LDII di Yogyakarta, kemudian di Riau, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan sekarang di DKI Jakarta.
Selain penanaman perdana, di hari yang sama diadakan webinar dengan tema yang sama dengan mendatangkan pakar dari IPB, Yayasan IKAMaT, dan DPP LDII.
Sebagai sumber kehidupan, pohon penghasil oksigen, penyerap karbon dioksida dan penyimpan air tanah. Pepohonan dapat juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui hasil panen yang didapat dalam bentuk buah-buahan dan produk lainnya.
Baca Juga:Kuasa Hukum Herry Wirawan Tanggapi Soal Sumbangan dari Ridwan KamilRuas Jalan Talaga-Majalengka Ambles, Dinas BMPR Jabar “Gercep” Monitoring
Teddy menyampaikan LDII ingin membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha mengkonversi buah-buahan langka dari Betawi yang saat ini mulai sulit ditemukan. Pohon-pohon tersebut di antaranya pohon bisbul, pohon menteng, dan lain-lain. Di hari yang sama pohon-pohon tersebut akan ditanam bersama, dipelihara sampai berbuah hingga menjadi sumber penghidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Menyitir sebuah hadits dari Anas bin Malik, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tanaman, kemudian tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia, atau binatang, melainkan menjadi shodaqoh baginya. Harapannya, aksi tanam pohon ini juga dapat menjadi amal jariyah selama pohon itu tumbuh, berbuah dan dimakan,” kata Teddy.
KPKP: LDII Ikut Lestarikan Tanaman Langka Berkualitas
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, yang diwakili oleh Kasudin KPKP Jakarta Timur Ali Nurdin membuka webinar secara resmi. “KPKP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan penanaman pohon dan webinar ini, karena di Jakarta banyak tanaman langka yang bagus mutu dan kualitasnya sehingga perlu dilestarikan,” ujar Ali.
Ali menjelaskan bahwa pohon sebagai sumber kehidupan, dapat menghasilkan oksigen 130 kg dalam setahun. Pohon sebagai sumber penghidupan, baik tanaman pelindung maupun produktif sangat bermanfaat bagi kita semua.
Dalam webinar tersebut, Ketua Harian Yayasan Ponpes Minhaajurrosyidiin KH.Asy’ari Akbar turut menyampaikan sambutan selamat datang saat mengawali acara tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bahwa pondok ini ditunjuk oleh DPP LDII sebagai lokasi gerakan menanam pohon. Ini sangat sejalan dengan apa yang sudah kami lakukan. Di samping ada pendidikan, salah satu yang kita tanamkan adalah peduli lingkungan. Ada tempat pengelolaan sampah terpadu sehingga zero waste, tidak berbekas, juga upgrade sampah menjadi aset, dan urban farming,” ujar Asy’ari.
