oleh

Koki Oranda Panda, Ikan Unik Harga Selangit

JAKARTA – Bagi Pecinta ikan, sekali melihat penampakan Koki Oranda Panda, akan langsung tahu, karena penampilannya yang unik yakni memiliki wajah mirip panda. Kombinasi putih dan hitam sangat dominan pada wajahnya yang bulat. Karena masuk varian oranda, ia juga memiliki gumpalan menyerupai brokoli di kepalanya.

Tubuhnya tak kalah menggemaskan. Posturnya pendek dan bantat. Saat berenang, ekornya membentuk segitiga. Satu lagi, sirip bawah dan atasnya menjadi perpaduan proporsional yang menambah kesan anggun pada sosok oranda.

Berbagai keunikan itu menjadi daya tawar utama bagi koki oranda panda. ”Apalagi kalau bisa bergaya. Semakin tegak (kepala di posisi atas, Red), bodinya oke, makin mahal harganya,” kata Harseno Aji, CEO Maskokifans Jakarta, kepada Jawa Pos.

Baca Juga:  5 Fakta Menarik Ikan Red Devil, Hewan Cantik Tapi Mematikan

Koki oranda panda, kata pria yang akrab Seno itu, termasuk varian yang banyak diminati. Karena peminatnya yang tinggi itu pula, ikan tersebut termasuk langka di pasaran. Meski harganya relatif mahal di pasaran, tampilannya yang menggemaskan membuat orang rela merogoh kocek lebih dalam.

Untuk usia 2–3 bulan, koki oranda panda biasa dihargai Rp 150 ribu–Rp 250 ribu. Sementara itu, untuk usia satu tahun ke atas, harganya bisa mencapai Rp 1 juta. Bagi yang sudah masuk kategori kontes, akan semakin mahal.

Oranda panda termasuk jenis ikan yang butuh upaya ekstra untuk memeliharanya. Karena koki termasuk ikan sensitif. Jika tak disiapkan ekosistem yang sehat, bakal rawan terjangkit penyakit dan berujung kematian. ”Biasanya banyak orang yang belum paham,” kata Seno.

Baca Juga:  5 Fakta Menarik Ikan Red Devil, Hewan Cantik Tapi Mematikan

Sebagaimana ikan pada umumnya, kunci utama memelihara ikan tersebut ada pada kualitas air. Seno sendiri punya tips khusus yang dia temukan dalam perjalanannya merawat oranda panda.

Yakni, pada proses filterisasi. Ada empat komponen yang digunakan dalam menyaring air. Mulai jaring nelayan, batu apung, karang jahe, dan batu zeolit. ”Terakhir (setelah melewati) dari batu zeolite, air ditembakkan lagi ke kolam,” tuturnya.

Semua komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing. Utamanya adalah mengendapkan kotoran dan memproduksi bakteri baik yang bisa menjaga ikan tetap sehat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.