Bupati Bandung Tinjau Langsung Banjir di Cileunyi Wetan

Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung melakukan peninjauan banjir di Cileunyi Wetan di tengah hujan yang masih mengguyur, Minggu (12/12).
Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung melakukan peninjauan banjir di Cileunyi Wetan di tengah hujan yang masih mengguyur, Minggu (12/12).
0 Komentar

CILEUNYI – Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Cileunyi Wetan, tepatnya di Kampung Jajaway RW 01 Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi, Minggu (12/12).

Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir ini, membuat sungai tidak dapat menampung luapan air, sehingga mengakibatkan tanggul jebol dan menyebabkan banjir di Cileunyi Wetan.

“Sebanyak 6 rumah tergerus luapan air, kita lakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat sejauh mana kerusakannya,” kata Dadang yang langsung melakukan peninjauan di tengah hujan yang masih mengguyur.

Baca Juga:Desa Lengkong Berikan Pendidikan Keahlian Untuk Anak Berkebutuhan KhususCari Pekerja Tercebur ke Tangki Septik, Damkar Kerahkan 13 Personel

Menurutnya, jika dilihat dari aturan, rumah-rumah itu menyalahi karena ada di perbatasan sungai dan bahu sungai.

“Tapi karena sudah terjadi sesuatu, pemerintah juga tidak bisa tinggal diam. Setelah asesmen, kita akan bantu sesuai kemampuan keuangan daerah, melalui aturan perundang-undangan yang berlaku,” tuturnya.

Dia pun mengatakan, harus segera dilakukan normalisasi sungai agar tidak terjadi pendangkalan di sungai tersebut. Setinggi apapun tanggul walaupun dibeton, sebutnya, akan jebol karena debit air yang terlalu besar.

Dalam kegiatan normalisasi tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), karena wilayah tersebut dilewati pembangunan kereta cepat.

“Saya sudah layangkan suratnya kemarin, mudah-mudahan bisa direspon secepatnya,” sebut pria yang akrab disapa Kang DS itu.

Untuk penanganan darurat, Kang DS akan menginstruksikan dinas terkait untuk membuat tanggul atau memasang bronjong. Selain itu, ia juga mengajak relawan dari Rancaekek mengingat daerah itu merupakan perbatasan.

“Melalui sinergitas pentahelix selama ini, banjir di wilayah Rancaekek sudah banyak berkurang,” ujarnya.

Baca Juga:Penemuan Mayat Berlumuran Darah Di Sukoharjo, Diduga Korban PembunuhanLewat Isbat Massal, Puluhan Pasangan di Kota Bogor Kantongi Buku Nikah Resmi

Terkait kemungkinan relokasi, Kang DS menambahkan, lokasi banjir tersebut masuk dalam program Transit Oriented Development (TOD) dari KCIC. karenanya ia akan mendorong percepatan pembangunan program tersebut.

“Saya berharap, kalau ini sudah masuk plotting TOD, ya secepatnya dilakukan pembebasan lahan,” pungkas Kang DS. (yul)

0 Komentar