BANDUNG BARAT – Kearifan lokal adalah pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat lokal yang merupakan hasil proses adaptasi turun temurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan alam tempat mereka tinggal.
Setiap guru pada setiap satuan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus berupaya seoptimal mungkin untuk mendorong siswanya agar memiliki kecintaan terhadap budaya mereka.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Asep Dendih, dalam Talk Show yang diselenggarakan di Hotel Narima Lembang.
Baca Juga:Peduli Bencana, Relawan Airlangga Hartarto Jabar Salurkan Sembako Warga Terdampak Erupsi Gunung SemeruAnggota DPRD KBB Fraksi PKB Ditetapkan Sebagai Ketua Pansus Raperda
“Seluruh guru di Kabupaten Bandung Barat harus berupaya seoptimal mungkin untuk mendorong siswanya agar memiliki kecintaan terhadap kearifan lokal,” tutur Asep Dendih.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa penguatan kecintaan dan kesadaran akan pentingnya kearifan lokal dalam kehidupan mereka dapat berdampak pada lahirnya kebanggaan pada diri setiap siswa.
Bila ditelaah lebih mendalam, begitu banyak nilai filosofis yang terkandung dalam kandungan nilai yang mengarah pada upaya menyikapi keberlangsungan kehidupan.
Upaya penyadaran tersebut, salah satunya melalui intervensi pada ranah pendidikan terhadap siswa yang sedang menimba ilmu pada satuan pendidikan di KBB.
“Begitu banyak nilai filosofis yang terkandung dalam kearifan lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat kita,” ujar Asep Dendih.
Kegiatan Talk Show tersebut mengupas pentingnya mengedepankan kearifan lokal dalam pendidikan, menampilkan dua orang narasumber, yaitu Kepala Dinas Pendidikan KBB Asep Dendi dan budayawan Sunda Taofik Faturohman.
Kegiatan yang mengusung tema karasa, katara, karaksa tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pendidikan, diantaranya para pengawas, kepala sekolah, guru, dan penggiat budaya. Untuk meluaskan jangkauan ketersampaian materi, kegiatan disiarkan secara live melalui media daring seperti Zoommeeting, Instagram, dan Streeaming Youtube.
Baca Juga:Pengmas UI Gelar Edukasi Hidup Sehat di Tengah Pandemi Covid-19Strategi dan Permainan Apik Bakal Dipertontonkan 16 Tim di Grand Final Super Esport Seaseon I
Taofik Faturohman, salah seorang budayawan Sunda mengungkapkan bahwa salah satu cerminan masyarakan Sunda digambarkan sebagai masyarakat yang handap asor atau bisa juga diartikan dengan rendah hati. Bagaimana masyarakat Sunda menamai gunung tertingginya di Jawa Barat dengan nama gunung Ceremai, tidak dengan nama lain yang kesannya tinggi atau besar.
“Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Sunda merupakan refleksi dari karakter masyarakat Sunda yang handap asor,” ungkap Taofik Faturohman. (pr/wan)
