Akan Lakukan Transformasi, KML Food Angkat Eko Taufik W Jadi Wadirut

Akan Lakukan Transformasi, KML Food Angkat Eko Taufik W Jadi Wadirut
Eko Taufik Wibowo, Wakil Direktur utama PT KML Food.
0 Komentar

JAKARTA – Untuk memaksimalkan kinerjanya di 2022 mendatang, PT Kelola Mina Laut Food (KML Food) terus melakukan berbagai transformasi untuk menjadi perusahaan yang kuat di sektor makanan olahan.

Tidak hanya mengembangkan bisnis model pasar ekspor dan domestik, KML Food juga melakukan perubahan dan penyesuaian internal. Salah satunya melakukan transformasi dengan mengangkat Eko Taufik Wibowo menjadi Wakil Direktur utama PT KML Food.

Eko Taufik yang juga Bankir alumni Mandiri sebelumnya dikenal banyak malang melintang di BUMN dan melakukan penugasan transformasi di beberapa BUMN pangan. Nantinya diharapkan mampu meningkatkan kinerja Perusahaan untuk dapat bersaing di pasar global dan menghadapi krisis pandemi saat ini.

Baca Juga:Desa BERSINAR Sebagai Upaya BNN dalam Pemberantasan NarkobaPnguatan Literasi di KBB Harus Dibangun Oleh Berbagai Stakeholder

Sektor makanan masih menjadi sektor yang menjanjikan di tengah pandemi. Apalagi tahun depan perekonomian diperkirakan jauh lebih baik. Salah satu sektor yang ikut bergeliat adalah makanan. Dengan dipilihnya Eko Taufik Wibowo, diharapkan bisa menjadi angin segar bagi KML Food, untuk terus mengembangkan makanan olahan laut.

Seperti diketahui KML Food yang didirikan sejak Agustus 1994 oleh Alm M Nadjikh ini tidak hanya fokus pada pengolahan ikan teri nasio (chirimen), tapi juga pada pengeolahan ikan dan cepalopoda.
Beberapa produk unggulannya adalah kakap merah (scarlet snapper), ikan karang (coral fish), gurita (octopus), tengiri, tuna, ikan air tawar (bandeng, nila) dan aneka ikan lainnya.

Sampai saat ini KML Food juga terus mengembangkan unit pengolahannya, yang terdapat di Makasar, Kendari, Sidoarjo, Rembang, Lamongan, Luwuk dan Ambon. Sebagai bentuk komitmen perusahaan memeratakan perekonomian, KML Food juga terus melakukan partnership dengan mitra binaan lokal di berbagai daerah, seperti Ambon, Tual, Gorontalo, Bitung, Lombok, Flores, Kupang, Dobo, Sorong, Papua dan daerah-daerah berpotensi lainnya.

Dari unit usaha ini saja, setidaknya telah berhasil memberdayakan 100.000 nelayan kecil hingga nelayan besar di seluruh Indonesia. KML juga akan terus mengembangkan unit-unit yang terintegrasi. Beberapa unit yang masih akan terus dikembangkan adalah unit pengolahan udang (shrimp) di Gresik dan Makasar, serta unit pengolahan rajungan (crab) di Gresik.

0 Komentar