Standar ketiga aspek tersebut mampu dijaga Bandara Soekarno-Hatta melalui sejumlah inisiatif antara lain berbagai layanan tanpa sentuh (contactless), fasilitas screening kesehatan, disinfeksi secara berkala di berbagai titik, serta ketersediaan fasilitas tes Covid-19.
Sementara itu, Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan penerapan protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta diperkuat Biosafety Management dan Biosecurity Management.
“Biosecurity Management dijalankan untuk melindungi publik dari bahaya Covid-19, sementara Biosafety Management untuk membuat lingkungan tetap sehat,” ujar Agus Haryadi.
Baca Juga:Jahe Merah, Rimpang Super Obat Asam UratDamkar Cimahi Ungkap Lebih Banyak Tangani Binatang Liar Daripada Kebakaran
Agus menjelaskan Bandara tersebut dilengkapi juga dengan Airport Health Center sebagai fasilitas tes Covid-19, dan diperkuat dengan adanya laboratorium berstatus Biosafety Lab Level 2 (BSL-2).
Di bangun seluas 158 meter persegi di Terminal 3, BSL-2 ini dilengkapi sejumlah ruangan antara lain ruang ekstraksi dan ruang mixing dengan berbagai perlengkapan seperti BioSafety Cabinet.
Adapun BSL-2 ini dioperasikan oleh tenaga medis profesional antara lain bersertifikat Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), biosafety officer, dan ahli patologi.
BSL-2 di Terminal 3 memiliki kapasitas pemeriksaan sampel hingga 1.216 sampel per jam atau sekitar 29.184 per hari, di mana keberadaannya mampu memberikan hasil tes RT-PCR sekitar 3 jam setelah sampel diambil di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta.
Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta juga memiliki layanan tes Covid-19 dengan metode tes cepat molekuler (TCM) yang hasilnya dapat diketahui sekitar 1 jam.
Muhammad Awaluddin mengatakan berbagai program dan fasilitas ini menjadikan Bandara Soekarno-Hatta mampu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Adapun Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya juga dianugerahi Covid-19 Airport Excellence Awards dari Skytrax karena mampu menerapkan standar tinggi dalam protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga:Disdik KBB Dukung Optimalisasi Perkembangan Bahasa Sunda60 Persen Anak, Pernah Akses Pornografi
“Kami berterima kasih atas dukungan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang telah mendukung adanya BSL-2 sebagai fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta guna memperkuat protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Antara)
