Aset Keluarga 17M Digelapkan Asisten Rumah Tangga, Nirina Zubir Beberkan Kronologi Lengkapnya

Mantan ART Divonis 13 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M, Begini Reaksi Nirina Zubir
Artis Nirina Zubir memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus mafia tanah yang menimpa diri dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)
0 Komentar

JAKARTA – Mafia tanah selalu mencari korban tak pandang bulu. Bahkan pada keluarga aktris Nirina Zubir yang kini tengah ditimpa musibah. Mereka menjadi korban mafia tanah yang dilakukan asisten almarhum sang ibunda, Cut Indria Martini, yakni Riri Khasmita.

Riri telah menggelapkan sekaligus mengambil alih enam sertifikat tanah milik keluarga Nirina. Pemain film Paranoia itu telah melaporkan Riri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut masuk sejak Juni atas nama sang kakak, Fadhlan Karim. Empat bulan berlalu, polisi telah menetapkan lima tersangka.

Tiga orang di antaranya telah ditahan. Yakni, Riri dan suaminya, Erdianto, serta notaris Faridah. Bagaimana kelanjutan kasus yang mengakibatkan keluarga Nirina rugi lebih dari Rp 17 miliar itu?

Awal terciumnya kasus ini berawal dari pencucian otak

Baca Juga:Raihan Pajak di Bandung Mulai Pulih, DPR: Ingat UKMPria 56 Tahun Lecehkan 3 Bocah, Modus Akan Diberi Mainan

Nirina: Jadi, pada 2017, ibu saya dicuci otaknya oleh Riri seolah-olah sertifikat tanahnya itu hilang. Kemudian, dikoneksikanlah mama saya supaya masalah ini diurus olehnya dan teman notarisnya. Mama saya percaya karena Riri adalah asisten sekaligus orang kepercayaannya sejak 2009. Setelah mama saya meninggal pada 2019, ditemukan beberapa note mengenai masalah sertifikat itu. Mama saya memang sudah biasa mencatat apa pun di dalam bukunya supaya tidak lupa.

Apa saja tulisan dalam catatan tersebut?

Nirina: Ada beberapa kayak ”Uang aku ada, tapi pada ke mana ya?”, ”Urusan tanah suratnya keserimpet lagi diurus sama orang pertanahan melalui Riri dengan jumlah uang mengurus Rp 30 juta–Rp 40 juta”.

Dialihkan ke mana enam sertifikat tersebut?

Nirina: Diam-diam semua surat ditukar atau dibalik nama dengan nama Riri dan suaminya, Erdianto. Empat surat diagunkan ke bank, duanya lagi dijual. Hasilnya digunakan mereka untuk liburan ke luar negeri, beli mobil baru, bahkan membuka bisnis frozen food yang kini sudah memiliki lima cabang.

Enam surat tanah tersebut atas nama siapa saja?

Nirina: Ada tiga surat milik mama saya, satu surat atas nama saya, dan selebihnya atas nama kedua kakak saya masing-masing satu surat.

Bagaimana kali pertama bertemu dengan ketiga tersangka?

0 Komentar