Laporkan Rekor Kasus Baru Covid-19, Begini Temuan di Korea Selatan

Sejumlah orang antre untuk mengikuti tes COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, (15/7/2021). Korsel mencetak rekor kasus COVID-19 harian sebanyak 1.615 orang pada 14 Juli 2021. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/aww.
Sejumlah orang antre untuk mengikuti tes COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, (15/7/2021). Korsel mencetak rekor kasus COVID-19 harian sebanyak 1.615 orang pada 14 Juli 2021. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/aww.
0 Komentar

SEOUL – Korea Selatan melaporkan rekor 3.292 kasus baru COVID-19, demikian menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA) pada Kamis (18/11) saat negara itu mulai memasuki fase pertama “hidup dengan COVID-19”.

Pejabat dan para pakar telah memprediksi lonjakan infeksi setelah banyak pembatasan sosial dihapus pada awal November ini saat pemerintah melampaui target vaksinasi 70 persen dari 52 juta penduduknya. Lebih dari 78,5 persen penduduk telah mendapatkan vaksin lengkap, termasuk 90 persen lebih populasi orang dewasa.

Menurut KDCA, lonjakan kasus serius juga dipicu oleh berkurangnya efek vaksin COVID-19 yang diberikan kepada kelompok rentan seperti kaum lansia di awal proses. Kondisi itu mengarah pada infeksi terobosan.

Baca Juga:Pencarian Yana di Cadas Pangeran Libatkan Anjing PelacakSempat Amankan 120 Ekor, DPKP Kota Depok Berikan Tips Hadapi Ular

Pada Kamis (18/11) ada 506 kasus serius, yang turun dari 522 kasus sehari sebelumnya.

Untuk mengatasi lonjakan infeksi, kata KDCA, pihaknya telah memutuskan untuk mempersingkat jarak pemberian vaksin booster bagi lansia berusia 60 tahun ke atas dan orang-orang yang tinggal atau bekerja di panti wreda dan fasilitas berisiko lainnya menjadi empat bulan.

Keterisian tempat tidur rumah sakit di seluruh area Seoul langsung penuh, dengan hanya menyisakan sekitar 30 persen ruang ICU pada pada Rabu (17/11).

KDCA mengaku akan mempertimbangkan penerapan pembatasan sosial yang ketat jika lebih dari 75 persen tempat tidur ICU secara nasional terisi dan faktor lainnya menimbulkan risiko. (ANTARA)

0 Komentar