Selain itu, Dede Yusuf pun mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan atlet, pihaknya akan mendorong agar anggaran olahraga bisa mencapai 2 persen dari APBN atau APBD. Meski hal itu tidak mudah, dan dipastikan akan di tolak pihak pemerintah. Upaya tersebut, karena olahraga yang dianggap hebat dan digaung-gaungkan internasional, tapi realitanya anggaran pembinaan sangat minim.
“Jadi mau tidak mau anggaran olahraga harus naik, supaya para atlet bisa berprestasi. Sebetulnya bantuan yang diberikan ini, bagi saya sangat kurang kita perlu lebih banyak lagi, tetapi anggaran dari kementerian sangat sedikit dan di pangkas oleh refocusing,” tuturnya.
Sehingga, pihaknya ingin mendorong agar olahraga ini bukan lagi cluster pilihan di pemerintah, tapi benar-benar cluster wajib. Karena dengan olahraga menyelamatkan negara dari kebangkrutan.
Baca Juga:Sanksi Pelanggaran Umrah dan Haji Khusus Harus Lebih KetatBegini Perbedaan Stres dan Kecemasan Serta Cara Mengatasinya
“Saat ini, anggaran BPJS mencapai puluhan triliun hanya untuk membiayai penyakit yang umum seperti Darah tinggi, kolestrol, jantung, diabetes. Nah ini semua penyakit yang kurang gerak. Oleh karena itu, apabila olahraga diutamakan, maka akan menyelamatkan kebangkrutan negara,” terangnya.
Sehingga, Dede Yusuf berharap cabang olahraga basket di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan prestasi. Sesuai dengan yang ditargetkan Perbasi Kabupaten Bandung, bisa meraih dua emas pada cabang olahraga basket di event Porprov mendatang di Jabar.
“Jawa Barat ini merupakan gudangnya atlet berprestasi. Sehingga ke depannya, Jawa Barat bisa melahirkan atlet berprestasi disaat Indonesia dalam pembibitan atlet kurang optimal,” tandasnya. (yul)
