Mau Migrasi dari TV Analog ke TV Digital? Begini Caranya

Warga menonton televisi di rumahnya, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Proses Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran tv analog ke digital akan segera dimulai, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan tahapan migrasi mulai 17 Agustus 2021 hingga 2 November 2022. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc)
Warga menonton televisi di rumahnya, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Proses Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran tv analog ke digital akan segera dimulai, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menetapkan tahapan migrasi mulai 17 Agustus 2021 hingga 2 November 2022. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc)
0 Komentar

JAKARTA – Kementerian Kominfo telah menyiapkan langkah-langkah sistematis untuk kelancaran proses peralihan ini. Ada empat pilar yang menjadi fokus perhatian dalam proses peralihan ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryukresna Widhiputranto dalam talk show bertajuk “Sumatera Barat Siap Analog Switch Off (ASO).

Ada empat hal yang dipersiapkan, pertama infrastruktur. Sebagai penunjang penting, saat ini infrastruktur sudah bisa menjangkau 70 persen populasi.

Baca Juga:Diduga Rem Blong, Truk Tronton Muatan Batubara Tabrak Pengendara di Tikungan Sanur Ciromed Sumedang, Empat Orang Tewas di TempatBerlatih Bersama Selama Dua Minggu, SFAB U.S Army Mengaku Sangat Terkesan dengan Keramahan Jajaran Kodam III/Siliwangi

‘’Kalau di Sumatera Barat, sudah lebih dari 70 persen yang terjangkau,” ujar Haryu.

Langkah kedua yaitu menyiapkan pemindahan program siarannya. Ketika masyarakat beralih ke TV digital harapannya bisa menonton siaran yang sebelumnya ditonton di analog.

Hal ketiga adalah perangkat Set Top Box (STB). Ini alat penting untuk menonton siaran TV Digital. Pastikan STB nya bersertifikasi.

Bagi rumah tangga miskin, pemerintah bersama lembaga penyiaran menyiapkan bantuan STB. Hal keempat yang perlu dan penting adalah sosialisasi ke masyarakat.

Satu hal penting perlu juga masyarakat perhatikan, siaran TV Digital ini menggunakan teknologi DVBT2 (Digital Video Broadcasting Terestrial Generation 2). Untuk menangkap siaran TV Digital ini perlu tuner DVBT2.

Televisi model lama, baik itu model tabung, atau layar datar tetapi belum digital, bahkan televisi pintar tetapi tidak ada DVBT2 di dalamnya, tetap memerlukan STB DVBT2 agar bisa menangkap siaran TV Digital.

Sedangkan televisi yang sudah ada tuner DVBT2, tinggal melakukan scan ulang program. Otomatis langsung menangkap siaran TV Digital.

Baca Juga:DPD Partai Gerindra Jabar Kembali Kunjungi Pesantren BuntetKasus Pembunuhan Pengusaha Rumah Makan di Karawang Ternyata Otak Pelakunya Istri Sendiri

‘’Itulah mengapa tidak semua STB bisa menangkap siaran TV Digital. Bila berencana membeli televisi baru atau STB sekali lagi pastikan ada DVBT2, atau ada logo MODI (Maskot Digital Indonesia) dalam kemasan atau keterangan produknya,’’pungkas  Haryu.

(Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital Kemenkominfo)

0 Komentar