BANDUNG – Dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda Ke-93, yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2021, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Bandung baru saja menggelar sesuatu yang istimewa, yakni “Festival Pemuda Kolaborasi”.
Acara diselenggarakan pada tanggal 16 – 25 Oktober (tahap pendaftaran), 26 Oktober (Festival Pemuda Kolaborasi) 27 dan 28 Oktober (bakti sosial pemuda). Mengusung tema: BERSATU, BANGKIT, DAN TUMBUH. DPD KNPI Kabupaten Bandung mengadakan beberapa macam lomba, yakni Lomba Videografi dan Lomba Karya Tulis, Lomba Pengelolaan Media & Administrasi OKP dan PK Se- Kabupaten Bandung Terbaik yang dimenangi oleh GP ANSOR.
Bertempat di Gedong Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (26/10), “Festival Kolaborasi Pemuda” diakhiri dengan malam penganugerahan dan apresiasi pemuda 2021, sekaligus menjadi hari diumumkannya para pemenang perlombaan.
Baca Juga:Pegiat Musik Sebut Sudah Waktunya Pemerintah Tekan Lampu HijauSebanyak 38 Rumah Semi Permanen di Tarakan Terbakar
Hadir pada acara tersebut, Bupati Bandung H. Dadang Supriatna, S.Ip, M,Si, Wabup Bandung H.Sahrul Gunawan SE, Ketua KORMI Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna yang mendapatkan penghargaan Woman Inspiration dari KNPI. Ditemani Ketua KNPI Kabupaten Bandung, Aziz Syamsul Ashri, dan Ketua KNPI Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf.
Dalam sambutannya, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung, Azis Syamsul Ashri mengatakan, semboyan Bhineka Tunggal Ika, akhir-akhir ini masih sulit diterjemahkan.
“Bukan karena kita tidak memahaminya, tapi karena kita terlalu takut saat berbeda,” ungkapnya. “Bukankah kita tahu? Bangunan paling kokoh terbentuk dari perbedaan.”
Azis pun mengajak para pemuda, untuk turut mengembalikan lagi arti Bhineka Tunggal Ika. “Bhineka Tunggal Ika yang sesungguhnya dan semestinya.”
Adapun Ketua KNPI Jawa Barat, Ridwansyah Yusuf menyampaikan, Sumpah Pemuda berasal dari konsesus yang sangat hebat.
“Dibangun atas sebuah konsesus yang hebat. Ada pemuda jawa, sunda, sumatra, pemuda kalimantan, dan pemuda lainnya,” katanya.
Yang memimpikan, lanjut Ridwansyah, punya bangsa yang hebat. Serta bangsa yang kuat juga mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.
Baca Juga:Cuaca Ekstrem Intai Objek Wisata di Lembang, BPBD KBB Bilang IniPerkara Kematian Mahasiswa UNS, Polisi Lanjut Tahap Penyidikan
“Maka dari itu di refleksi sumpah pemuda ke-93. Mari kita jangan lengah,” tuturnya.
“Jadilah bangsa yang kuat, jadilah pemuda yang tidak hanya melihat ke dalam, tetapi juga keluar. Jangan jadi pemuda yang mudah santai, selalu habis untuk waktu yang sia-sia. Jadilah pemuda yang mengisi waktu untuk membangun bangsa ini,” tambahnya.
