CICALENGKA – Area Bukit Keroncong atau akrab disebut Pasir Candi yang berada di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung selalu jadi pilihan warga untuk menikmati suasana dan pemandangan.
Setiap pagi dan petang, tak sedikit warga Kecamatan Cicalengka sengaja ke Pasir Candi sambil berolah raga dengan berlari atau pergi menggunakan kendaraan untuk memanjakan mata sekaligus menyantap makanan yanh dijual pedagang di sana.
Jika hari libur, khususnya setiap Minggu pagi, area Pasir Candi kerap dipenuhi warga karena tak jarang sering diadakan pasar tumpah.
Baca Juga:Lembang Park and Zoo Berharap Diizinkan Uji Coba oleh KemenparekrafVaksinasi Kerap Timbulkan Kerumunan, Kepala UPTD Puskesmas Cimanggung Usul Ini
Sayang rasanya, Pasir Candi yang sudah banyak diketahui dan dikunjungi warga tak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk dijadikan tempat wisata atau sekadar menjadi spot kuliner rakyat.
Menanggapi hal itu, Camat Cicalengka, Entang Kurnia juga mengaku, area Pasir Candi memang menjadi pilihan warga Kecamatan Cicalengka untuk sekadar menikmati suasana karena pemandangan yang disuguhkan cukup memanjakan mata hingga aktivitas berolah raga.
“Candi sejak saya tahun 2017 sampai dengan sekarang sudah ramai, sempat ditutup beberapa kali pada waktu Covid-19 lagi tinggi,” kata Entang kepada Jabar Ekspres melalui pesan singkat, Selasa (19/10).
Entang menyampaikan, untuk menjadikan Pasir Candi sebagai tempat wisata sudah menjadi keinginannya sejak awal menjabat.
“Bukan tidak ada keinginan Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk menata menjadi sarana pariwisata,” pungkasnya.
“Namun karena tanahnya milik orang lain, jadi tidak bisa dikelola, harus ada izin dari pemiliknya,” tambah Entang.
Melalui informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, diketahui bahwa area Pasir Candi ternyata termasuk pada wilayah perbatasan Desa Tenjolaya dan Desa Dampit.
Baca Juga:Kabupaten Bandung Belum Menerima Vaksin Johnson, Ini AlasannyaRatusan Warga Nagreg Keracunan Massal Usai Hajatan
“Kita dari pihak Desa (Tenjolaya) sudah dari dulu ada keinginan untuk mengelola area (Pasir) Candi menjadi tempat wisata,” ucap Sekretaris Desa Tenjolaya, Eman Sulaiman kepada Jabar Ekspres di ruang kerjanya.
Namun lanjut Eman, karena area Pasir Candi bukan lahan carik desa alias milik perorangan, sehingga untuk mengelola wilayah tersebut menjadi kendalanya.
Dalam pemaparannya, Eman menuturkan, kendala untuk mengelola area Pasir Candi antara lain perlu kerjasama dengan Desa Dampit, mengingat tanah tersebut merupakan wilayah perbatasan dua desa.
