BANDUNG – Pemerintah menggencarkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining pengunjung tempat publik seperti pasar dan pusat perbelanjaan. Namun, di pasar-pasar Kota Bandung, penerapan kebijakan tersebut masih terkendala. Sebab, salah satu persyaratan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat adalah seluruh pedagang harus sudah mendapatkan vaksin.
Sedangkan, menurut Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, capaian vaksin bagi para pedagang di 37 Pasar masih di angka 5.114 orang, dari target seluruhnya sebanyak 14.661 orang.
Oleh karena itu, Kadisdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku masih kesulitan untuk menerapkan Aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat seperti Pasar Sederhana.
Baca Juga:Jika Ingin Berpoligami, PKS Sarankan dengan JandaRSUD Cicalengka Sudah Miliki Dokter Spesialis Jiwa
“Pedagang di 37 Pasar itu ada 14.661 orang. Untuk realisasi vaksinasi itu baru 5.124 pedagang, data per 15 September yang dilaksanakan di 7 Pasar. Jadi baru di sekitar 14 persen,”ucapnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (30/9).
“Untuk di pasar-pasar lainnya seperti di Pasar Sederhana kita masih agak keberatan. Karena dari 912 pedagang di sana, yang divaksin itu baru sekitar 213 pedagang. Jadi masih ada 700-an lagi yang harus divaksin, dan kita akan push dulu,”sambungnya.
PeduliLindungi untuk Skrining Pasar Bisa Picu Pedagang Mau Divaksin
Menurut Elly, alasan pedagang yang belum divaksin berbeda-beda. Ada yang tak bisa meninggalkan toko, takut divaksin, atau alasan-alasan lainnya sehingga mereka belum bisa divaksin.
Namun, adanya kebijakan seluruh Pasar di Kota Bandung akan menerapkan aplikasi PeduliLindungi, dapat menyadarkan para pedagang agar mau divaksin.
“Tapi dengan sekarang ada penegasan bahwa pasar-pasar ini ada kemungkinan memasang aplikasi PeduliLindungi, semoga saja para pedagang sadar bahwa wajib divaksin,” ucapnya.
Elly menuturkan, Disdagin kini sedang fokus memberikan vaksinasi kepada pedagang pasar yang ada di Kota Bandung.
“Sebelumnya pedagang mal dan ritel itu semua sudah beres (divaksin). Sekarang kami akan fokus vaksinasi ke para pedagang. Karena kami ada bantuan dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Jawa Barat vaksinnya sebanyak 3.800 dosis,” tuturnya.
Baca Juga:Kapolri Ajak 56 Pegawai KPK Gabung Polri, Begini Respons Pihak IstanaHari Terakhir 57 Pegawai KPK Bekerja, Komnas HAM Tagih Jawaban Presiden
Sebelumnya, uji coba skrining pengunjung dan pedagang dengan aplikasi PeduliLindungi telah diterapkan di Pasar Balubur Town Square (Baltos). Menurut Elly, hal tersebut bisa terlaksana karena hampir semua pedagang di Baltos sudah divaksinasi.
