Setelah Sembuh Pasien Covid-19 Kondisi Berat Bisa Rasakan Delirium, Apa itu?

ILUSTRASI. Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari penumpukan pasien karena mengantre terlalu lama. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
ILUSTRASI. Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari penumpukan pasien karena mengantre terlalu lama. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
0 Komentar

“Mungkin ada komplikasi neurologis jangka panjang,” tambahnya.

Dalam studi baru di Michigan, misalnya, pasien yang mengalami delirium lebih lama tinggal di rumah sakit dan ICU. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu dengan mengandalkan ventilasi mekanis.

Sementara penelitian di Michigan menemukan pasien perempuan lebih mungkin untuk jatuh dalam kelompok delirium. Studi awal lainnya menunjukkan pasien pria di ICU lebih rentan terhadap gangguan kognitif. Studi ini sudah dipublikasikan di BMJ Open.

(jawapos.com)

0 Komentar