oleh

Penyaluran Bansos Akan Gunakan Sistem Biometrik

JAKARTA – Kementerian Sosial merencanakan sistem biometrik untuk penyaluran bantuan sosial nirkartu, terutama untuk penyaluran bansos BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).

Insya Allah kita buat penyaluran tanpa kartu, data kami sudah padan dengan data kependudukan, tinggal di-compare,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam Rapat Kerja Komite III DPD di Jakarta, Selasa (21/9).

Risma mengatakan menurut survei, selain beras, uang bansos tersebut sering kali diberikan rokok dan minuman keras. Atau jika penerima manfaat sedang sakit, dia tidak bisa membeli kebutuhan pangan di e-Warong, dan menyuruh anaknya.

Baca Juga:  Marah-Marah Lagi Tanpa Filter, Gus Umar Nilai Perilaku Risma Tidak Layak Sebagai Menteri

Oleh karenanya dengan sistem biometrin ini diharapkan dapat mengendalikan pembelian uang bansos di e-Warong mana saja, dan penyaluran bansos menjadi tepat sasaran.

“Dengan pengendalian itu gak akan cair uangnya kalau beli rokok, bisa dengan biometrik saja,” ujar dia.

Sistem tersebut menurut Risma, sedang dia persiapkan. Tujuannya untuk penertiban penyaluran bansos serta pengentasan kemiskinan dengan pembuatan dasbor laporan.

Selain itu apabila di suatu daerah tidak bisa membeli bahan makanan pokok beras, dapat diganti dengan bahan makanan pokok lainnya.

Baca Juga:  Risma Minta Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Penyandang Disabilitas

“Misal enggak bisa beli beras, tapi beli sagu itu bisa,” ujar Risma.

(Antaranews)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga