oleh

Penyaluran BPNT Melalui E-Warung Harus Diawasi agar Kualitas Barang Terjaga  

CIAMIS – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial harus mendapat pengawasan ketat dalam pelaksanaannya. Sebab, dalam kondisi saat ini tidak sedikit penyaluran BPNT dijadikan ajang untuk mencari keuntungan pribadi.

Pakar Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat dari Universitas Galuh Ciamis Muhamad Azis Basari mengatakan, program Bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah sudah sangat baik.

Program BPNT yang diberikan untuk membantu masyarakat kurang mampu pada pelaksanaannya harus trnsparan, agar tepat sasaran.

Baca Juga:  Selama 33 Tahun Mengabdi, Altar Akabri 89 Salurkan Bantuan Sembako

Meski secara sistem sudah diatur sangat ketat, kesalahan dalam verifikasi input data bisa saja terjadi.

Selain itu dari segi kualitas barang yang dibagikan masih ada saja yang tidak memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan Kemnsos. Sehingga, masyarakat hanya bisa pasrah menerima apa adanya.

“Di Kabupaten Ciamis, banyak masyaraka yang tidak mendapatkan barang dengan kualitas di bawah standar,’’kata Azis ketika ditemui Jabareskpres.Group/Radargarut, Jumat, (17/9).

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Depok Temui Mensos, Ada Apa?

Untuk itu, pada bagian pengadaan harus menjadi pertanyaan sehingga menimbulkan masalah pada program tersebut.

Selain itu, pada proses pengadaan barang seharusnya memanfaatkan produk lokal. Agar pertumbuhan ekonomi di daerah juga ikut terdongkrak.

Azis berpendapat, dalam pembentukan e-warung seharunya diberi syarat agar memanfaatkan produk lokal yang ada di daerah itu sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga