Malam Itu, Telepon Terakhir Ibu dengan Anaknya yang Jadi Korban Kebakaran Lapas Tangerang

PENGHUNI BERJUBEL: Foto udara pasca kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang kemarin. Dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah korsleting listrik. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
PENGHUNI BERJUBEL: Foto udara pasca kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang kemarin. Dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah korsleting listrik. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
0 Komentar

Dia juga memerinci, dari 41 korban tewas, satu orang merupakan narapidana (napi) kasus pembunuhan, satu napi terorisme, dan lainnya napi kasus narkoba.

Pemicu Kebakaran Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik

Senada dengan Yasonna, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran yang kemarin mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) membenarkan bahwa diduga pemicu kebakaran tersebut adalah hubungan arus pendek listrik.

”Tapi, kami belum bisa mengungkapkan lebih jelas. Sebab, pendalaman masih dilakukan tim identifikasi Mabes Polri untuk mengetahui kejadiannya seperti apa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres setelah mengecek Lapas Kelas I Tangerang kemarin.

Baca Juga:Pangdam III/Siliwangi Dampingi Wapres Tinjau PTM dan Serbuan Vaksin di BogorPenyidik KPK Ungkap Berbagai Kelakuan Menyebalkan Para Koruptor

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Tubagus Ade Hidayat menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa kabel, alat kelistrikan, dan saluran instalasi.

”Dari olah TKP disimpulkan bahwa titik api hanyalah satu, bersumber dari satu titik. Kemudian, titik api mengenai atap di balik plafon. Plafonnya terbuat dari tripleks yang mudah terbakar,” jelasnya.

Terkait dengan dugaan tindak pidana, Tubagus menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa 20 saksi yang terdiri atas petugas piket malam, petugas di sekitar lokasi, dan penghuni blok.

Terpisah, Karopenmas Divhumas Polri Irjen Rusdi Hartono menjelaskan bahwa tim disaster victim identification (DVI) tengah mengidentifiksi jenazah.

”Karena itu, diperlukan data antemortem dari keluarga para korban,” tuturnya.

Dibukalah pos antemortem agar keluarga dengan mudah memberikan data yang diperlukan. Misalnya, sidik jari, struktur gigi, DNA, atau lainnya.

”Kami mohon keluarga segera ke pos antemortem di rumah sakit,” katanya.

Namun, Nursin berkeberatan dengan permintaan itu. Dia meminta keluarga korban tidak disibukkan dengan berbagai masalah administratif. Mengingat, mereka tengah berduka.

Baca Juga:Keberadaan Aset Milik BUMD PT Agronesia TerbengkalaiKebakaran Lapas Hingga Puluhan Napi Tewas, Rocky Gerung Minta Yasonna Laoly Mundur

”Jangan kami disuruh ke rumah sakit ini-itu, (seharusnya) kami terima duduk manis di rumah, anak bapak kami anterin, biaya kami tanggung,” ucapnya, dikutip dari Jawapos.

Turut berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden kebakaran di Lapas Klas I Tangerang.

(jawapos)

0 Komentar