Sebanyak 611 Sekolah Dasar di Bekasi Mulai Tatap Muka

Sebanyak 611 Sekolah Dasar di Bekasi Mulai Tatap Muka
Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat memberikan edukasi dan imbauan kepada siswa yang sedang melakukan pembelajaran tatap muka di daerah itu. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
0 Komentar

BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat menyatakan sebanyak 611 sekolah dasar di daerah itu mulai menggelar kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Mulai hari ini kami mengadakan uji coba bagi siswa-siswi sekolah dasar. Alhamdulillah berjalan lancar, uji coba ini bagian dari tahapan menuju sekolah tatap muka terbatas dalam waktu dekat,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi di Bekasi, Senin.

Dia mengatakan ratusan sekolah dasar yang mengadakan kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas ini terdiri atas 356 sekolah negeri dan 255 sekolah swasta.

Baca Juga:Wapres Ma’ruf Amin Bicara Soal SDM Milenial yang Unggul, Begini KriterianyaKabar Terbaru Soal Pencairan BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta

Krisna menjelaskan teknis pembelajaran pada uji coba ini dimulai dengan tingkatan kelas teratas yakni kelas empat, lima, dan enam serta sesuai urutan absensi siswa.

“Siswa masuk itu sesuai absensi, misal hari ini absen satu sampai 16 yang melakukan proses pembelajaran dan untuk absen 17 dan sisanya melakukan proses pembelajaran di hari besok,” katanya.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 420/6378/Setda.TU, pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi dilaksanakan dengan memperhatikan penuh protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi, kata dia, telah melakukan sosialisasi serta imbauan kepada orang tua wali murid serta unit satuan pendidikan untuk memperhatikan aktivitas siswa agar terhindar dari penularan virus corona.

“Termasuk saat menuju dan meninggalkan sekolah. Pergi dan pulang siswa wajib diantar-jemput wali murid. Pihak sekolah kami minta melakukan pengawasan terkait ini,” katanya.

Saat pulang sekolah anak didik juga dilarang berkumpul di satu tempat melainkan langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Pengawasan ini juga melibatkan personel Satpol PP hingga TNI dan Polri. Jadi tetap diawasi agar anak maupun guru bisa terhindar dari penyebaran wabah corona,” katanya. (antaranews)

0 Komentar