PPKM Berkepanjangan, Khawatir Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Jabar di Triwulan III 2021

BANDUNG – Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat (Jabar) pada triwulan III tahun 2021 perlu diwaspadai. Pasalnya, tantangan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi telah dirasakan sejak bulan Juli hingga Agustus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dyah Anugrah saat mengantarkan diskusi pada Dialog Silih Tulungan yang di inisiasi Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jawa Barat secara virtual pada Sabtu (14/8).

Kepala BPS Jabar, Dyah Anugrah mengatakan, pada bulan Juni hingga Agustus, pemerintah kembali Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat ketat di khawatirkan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan III nanti.

“Sudah jelas terlihat ketika kondisi membaik, maka pertumbuh kita membaik. Memang berpengaruh terhadap perilaku kita mengahadap optimisme,” kata Dyah.

“Ketika semuanya terjaga, maka semuanya terjaga. Terutama di sisi industri ekspor sangat memperngaruhi terhadap perilaku kita,” tambahnya.

Dyah mengaku, pada bulan Juli lalu BPS Jabar telah melakukan pendataan terhadap perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi. Pendataan tersebut menyasar masyarakat yang sering melakukan perjalanan keluar rumah maupun daerah.

Dijelaskannya, responden yang menjawab melakukan perjalanan keluar rumah dan daerah tujuannya di Jabar selama pandemi penurunannya sangat signifikan.

“Mereka yang menjadi responden ini menyatakan untuk keluar rumah lebih dari 4 kali. Artinya hanya 13,70 persen. Sementara sebelum pandemi mencapai 45,72 persen. Jadi pergerakan masyarakat ini perlu dicermati di triwulan akan datang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Dyah, BPS Jabar pun telah melakukan survei terhadap masyarakat yang belum melaksanakan vaksin terdapat 17 persen responden yang mengaku belum melaksanakan vaksinasi, dengan alasan khawatir efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin.

“Ini menjadi tantangan juga karena jika vaksinasi belum maksimal maka herd immunity akan sulit. Bagaimana akan menghadapi konsidi pulih kalau herd immunity tidak terbentuk,” ungkapnya.

Terakhir, menurutnya vaksinasi sangat penting untuk menjaga optimisme tumbuh secara besar. Namun tergantung pada kesehatan masyatakat tidak percaya adanya vaksin sehingga menyulitkan dan perlu mengedukasi lebih intens.

Sementara itu, Dupeti Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Bambang Pramono mengatakan, ekonomi Jabar pada triwulan III tahun 2021 masih tumbuh. Namun bakal berpotensi karena PPKM masih berkelanjutan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan