oleh

Dewan Beri Tanggapan Soal 60 Persen Warga Jabar yang Isoman di Rumah Tak Layak

BANDUNG – Sebanyak 60 persen warga Jawa Barat (Jabar) yang tengah isoman di rumah memiliki hunian yang tidak layak sebagai tempat pemulihan. Rata-rata dikarenakan ukuran ruangan yang tidak cukup besar sehingga resiko tertular antar anggota keluarga berpeluang terjadi.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya kemudian menanggapi hal tersebut. Pria yang akrab disapa Gus Ahad itu menilai pemerintah harus segera menginiasi dan menyalurkan bantuan stimulan untuk membuat isolasi di tingkat mikro.

Baca Juga:  Antisipasi Kebakaran Serupa Lapas Tangerang, Kanwilkumham Jabar Siapkan Langkah Preventif

“Jadi misalkan bisa diselesaikan di RT, selesaikan oleh RT. Bisa diselesaikan di RW, selesaikan oleh RW ataupun Kelurahan menggunakan fasilitas-fasilitas dan bangunan yang ada,” ujar Gus Ahad, Kamis (29/7).

Fasilitas bangunan yang dimaksud yakni seperti bangunan sekolah yang belum terpakai lantaran masih pembelajaran jarak jauh (PJJ), lalu Balai desa dan hingga pendopo desa.

“Nah ini arahnya harus ke sana, dan ini membutuhkan kecepatan, kecekatan dari gugus tugas di level RT,RW hingga desa/Kelurahan,” katanya.

Baca Juga:  6.000 Disabilitas di Jabar yang Dapat Vaksinasi Covid-19

Selain itu, dia juga menekankan kepada pihak satgas untuk melakukan pemetaan dengan tujuan memiliki data usia warga yang terpapar Covid. Hal itu untuk memberi layanan istimewa bagi masyarakat yang berusia lanjut.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga